Nasional

Terbukti Terima Suap, Wali Kota Cimahi Ajay Priatna Divonis 2 Tahun Penjara

ILUSTRASI: Wali Kota Cimahi nonaktif Ajay Muhammad Priatna usai diperiksa terkait kasus suap perizinan pengembangan Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (28/11/2020). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos.id – Wali Kota Cimahi nonaktif, Ajay M Priyatna divonis dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Orang nomor satu di Kota Cimahi itu terbukti menerima suap untuk memuluskan perizinan proyek rumah sakit.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ajay Muhammad Priatna dengan pidana penjara selama dua tahun dan pidana denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim Sulistyono membacakan amar putusan, Rabu (25/8).

Ajay juga dihukum untuk membayar uang pengganti senilai Rp 1,25 miliar. Apabila tidak dibayarkan dalam waktu satu bulan, maka harta bendanya akan disita. Tetapi apabila harta yang disita tidak mencukupi, maka diganti dengan kurungan satu tahun penjara.

Ajay terbukti menerima suap sebesar Rp 1,6 miliar dalam perkara perizinan pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda. Dia terbukti menerima suap dari Komisaris RSU Kasih Bunda, Hutama Yonathan.

Meski demikian, vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Oleh Jaksa KPK Ajay Priatna dituntut 7 tahun penjara. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim