Bintan-Pinang

Terkendala Petugas, Pengisian Silacak dari Pinang Masih Rendah

Pemeriksaan rapid tes antigen oleh petugas ke pedagang Bintan Center, belum lama ini. F. Peri Irawan

batampos.id- Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) masih terkendala cara pengisian cepat hasil pemeriksaan rapid test antigen ke dalam Aplikasi Silacak. Sehingga masih mendapat penilaian rendah dari pusat.

BACA JUGA: Gubkepri Sarankan Tunda Pembelajaran Tatap Muka

“Semua hasil pemeriksaan harus diinput dalam program aplikasi silacak dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), cara pengisian ke aplikasi kita masih proses,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Sri Handono Surparmadi, Rabu (25/8).

Handono mengakui penginputan data pemeriksaan antigen dan PCR tidak selancar yang dibayangkan sehingga menjadi kendala. Padahal dalam aplikasi itu terdapat indikator yang dinilai pusat atas tracing yang dilakukan pemerintah daerah.

“Laporan dari pusat, laporan Silacak kita itu masih rendah,”ujarnya. Untuk itu, kata Handono pihaknya meminta puskesmas lebih intensif dalam mengimput namun tetap terkendala pada tenaga yang bertugas.

Jika petugas yang ada saat kembali dari lapangan dan harus mengimput data akan kesulitan. “Ini salah satu yang menjadi masalah,”sebutnya.

Sebenarnya proporsi pemeriksaan dalam satu minggu sudah tinggi, termasuk angka positivity rate dalam dua pekan terakhir sudah mulai menurun di angka 5,3 persen dari standar 10 persen pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

“Dalam PPKM level 4 minimal 10, dua minggu kemarin terus turun kita sudah 5,3 persen semoga makin turun dan kita bisa turun level,” harapnya.

Saat ini kasus sudah mulai melandai dan menurun karena dari target 498 pemeriksaan setiap hari sudah tercapai. Kasus kontak erat saat ini sudah mulai menurun.

Dalam setiap kasus ada target minimal 15 orang untuk diperiksa, tapi saat ini karena dilakukan menggunakan telepon capaianya juga terbatas. “Minimal satu keluarga dan tetangga bisa kita tracing dan dilakukan pemeriksaan,” paparnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul