Bintan-Pinang

Vaksinasi Pelajar SMP di Tanjungpinang Terus Dikebut

Salah seorang pelajar SMP saat divaksin di Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, Rabu (25/8) . F. Peri Irawan

batampos.id– Pemko Tanjungpinang bersama Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Lantamal IV Tanjungpinang melaksanankan vaksinasi untuk pelajar SMP.

BACA JUGA: Polda Kepri Layani Vaksinasi Siswa SMKN I Batam

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dimulai Senin (23/8), Rabu (25/8) dan Jumat (27/8) besok di Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang.

Koordinator Vaksinasi Covid-19 Kota Tanjungpinang, Riono menjelaskan vaksinasi untuk pelajar SMP itu merupakan kolaborasi Pemko Tanjungpinang bersama tiga stakeholder yang saat ini memiliki stok vaksin sinovac.

“Kita kolaborasikan karena kalau hanya Pemko Tanjungpinang tidak bisa karena stok vaksin sinovac kita terbatas,”kata Riono di Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, Rabu (25/8).

Kata Riono, kebetulan pihak yang diajak kolaborasi memiliki banyak stok vaksin sinovac sehingga kegiatan itu akan dilaksanakan selama tiga kali dalam sepekan ini dengan target 3.000 pelajar SMP.

“Namun pada Senin (23/8) kemarin, karena berbagai halangan yang datang hanya 580 dari target 1.000 pelajar,” ujarnya.

Menurutnya walaupun vaksinasi tidak menjadi syarat pembelajaran tatap muka, tapi dengan capaian vaksinasi 100 persen anak di setiap sekolah akan memberikan rasa aman dan nyaman.

“Saat ini persentasenya masih rendah, secara umum untuk usia 12-17 tahun mencapai 59 persen, setiap vaksinasi 1000 anak ada kenaikan 2 persen,” tambahnya

Sementara itu Kepala Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, Iwan menjelaskan walaupun untuk Rabu (25/8) ditargetkan bisa menyuntik sebanyak 1.000 anak pihaknya sudah menyiapkan 1.200 dosis.

“Kita nggak tahu berapa anak yang datang, tapi kita lihat antusias masyarakat untuk divaksin begitu tinggi,” sebutnya.

Anak yang akan mengikuti vaksinasi itu harus menunjukan kartu keluarga (KK) dan surat izin dari orang tua. Walaupun selama tiga kali pelaksanaan itu yang diutamakan pelajar, tapi jika ada masyarakat umum yang sudah terlanjur datang ke lokasi tetap akan dilayani dengan syarat vaksin masih ada.

“Dari hasil evaluasi pelaksanaan dua hari ini, ada beberapa kendala seperti nomor indentitas yang tidak bisa terinput, tetap bisa kita vaksin namun sertifikatnya tidak bisa dikasih langsung,”paparnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul