Covid-19

Legislator Demokrat Kritik Para Pejabat yang Dapat Vaksin Dosis Ketiga

Vaksin COVID-19 Moderna yang akan disuntikan kepada tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Cilincing, Jakarta, Senin (9/8/2021). Pemerintah Indonesia mendatangkan sebanyak 1,5 juta dosis vaksin Moderna untuk vaksinasi ketiga bagi tenaga kesehatan, mengingat tenaga kesehatan merupakan kelompok yang paling berisiko tertular virus corona. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos.id – Anggota Komisi IX DPR Aliyah Mustika Ilham mengeluhkan kenapa bisa Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor langsung mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster.

Hal ini dikatakan Aliyah setelah munculnya video perbincangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan pejabat negara yang bererdar saat mengunjungi Samarinda, Kalimantan Timur.

“Tapi yang menariknya kok pejabat buru-buru ya mau menggunakan vaksin booster tersebut, khususnya Moderna. Karena menurut temuan diduga Gubernur Kaltim sudah menerima vaksin ketiga atau vaksin booster yang jenis Moderna,” ujar Aliyah di Gedung DPR, Rabu (25/8).

“Hal itu terungkap dari obrolan bapak Presiden dengan sejumlah pejabat yang terdengar dalam rekaman video kunjungan ke Kalimantan Timur Selasa, 24 Agustus yang lalu,” tambahnya.

Legislator Partai Demokrat ini menegaskan dengan adanya pejabat daerah yang sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga tersebut. Maka pemerintah saja saja belum memuliki ketegasan dalam mengawasi pasokan vaksin di daerah.

“Kami memandang bahwa pemerintah pusat belum sepenuhnya memiliki ketegasan mengawasi distribusi vaksin hingga daerah,” katanya.

Oleh sebab itu, Aliyah meminta pemerintah melakukan pengawasan terhadap distribusi vaksin Covid-19. Jangan sampai ada kejadian terulang lagi dengan pejabat daerah mendapatkan vaksin dosis ketiga lebih dulu.

“Untuk itu perlu adanya penguatan pengawasan dan pemerintah daerah juga memeperbaiki mekanisme dan sasaran vaksinasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aliyah juga menegaskan, pemerintah sudah berulang-ulang menegaskan bahwa vaksin dosis ketiga tersebut lebih dulu diproritasnkan kepada para tenaga kesehatan. Sehingga dia mengingatkan jangan ada pejabat meminta vaksin Covid-19 dosis ketiga.

“Melihat ketersediaannya, saya masih mendukung bahwa vaksinasi booster ini diperuntukan kepada tenaga kesehatan, jangan dibuat gaduh dengan pemberian vaksin booster kepada para pejabat. Di situasi ini kita perlu memiliki sense of crisis dan empati yang tinggi kepada masyarakat dan juga para nakes,” tegasnya.

Momen tersebut terekam saat Presiden Jokowi okowi bersama Menhan Prabowo, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMPN 22 Kota Samarinda, Kaltim, Selasa (24/8).

Video itu sebelumnya sempat diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden, namun kini telah dihapus. Dalam obrolan tersebut terdengar bahwa sejumlah pejabat telah menerima suntikan vaksin dosis ketiga atau booster vaksin.

Dalam video tersebut, Wali Kota Andi mengatakan sudah mendapat dua suntikan vaksin dan berencana mendapat Vaksin Nusantara. Presiden Jokowi menanggapi hal tersebut dengan sedikit bercanda, ia menyebut Wali Kota Andi tampak segar.

Saat itu, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor juga menyebut bahwa dirinya telah menerima vaksin dosis ketiga dengan jenis Moderna.

“Saya juga sudah booster, tapi Moderna,” kata Isran dalam video tersebut.

Wideo itu pun viral di media sosial. Para warganet beramai-ramai mempertanyakan pengakuan pejabat daerah yang sudah menerima vaksin dosis ketiga. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim