Kepri

PT Wira Kencana Menang Tender Proyek di Kejati Kepri Senilai Rp5 Miliar ba

batampos.id-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri mendapat jatah APBD Provinsi Kepri Tahun Anggaran (TA) 2021 ini sebesar Rp5 miliar. Anggaran tersebut diperuntukan bagi sarana dan prasarana Kantor Kejati Provinsi Kepri.

BACA JUGA: Kejati Kalah Praperadilan Lawan Tersangka Korupsi

Berdasarkan data Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Kepri, untuk kegiatan tersebut sudah selesai tender. Adapun perusahaan pemenangnya adalah PT. Wira Kencana dari Tanjungpinang. Perusahaan tersebut menyisihkan 65 perusahaan lainnya yang juga turut sebagai peserta dalam tender proyek tersebut.

“Ya benar ada kegiatan untuk sarana dan prasarana di Kantor Kejati Provinsi Kepri. Adapun besaran Pagu Anggaran (PA) sebesar Rp5 miliar,” ujar Kepala Dinas Perusahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Kepri, Mahyuddin, Rabu (25/8).

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Karimun tersebut menjelaskan, proses lelang sudah selesai. Sehingga tinggal pelaksaan kerja beberapa waktu kedepan. Disebutkannya, lewat APBD Kepri TA 2021 ini, di Perkim Provinsi Kepri dirancang ada 23 kegiatan strategis dengan nilai Rp46 miliar.

“Namun sebagain akan terkena dampak pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19. Adapun sampai pekan ini yang sudah tuntas lelang sebanyak 12 kegiatan strategis dengan nilai Rp27 miliar. Sedangkan yang belum diajukan 10 kegiatan dengan nilai Rp17 miliar,” jelas Mahyuddin.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pembangunan (BAP) Provinsi Kepri, Aries Fhariandi mengatakan lewat APBD Kepri TA 2021, Pemprov Kepri sudah merancang 78 pembangunan strategis yang menjadi Indeks Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Provinsi Kepri. Adapun alokasi anggaran untuk 78 kegiatan tersebut adalah sebesar Rp397 miliar.

“Kegiatan-kegiatan strategis tersebut tersebar di sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri. Pada umumnya, kegiatan strategis ini diatas Rp1 miliar,” ujar Aries Fhariandi.

Disebutkannya, kesembilan OPD yang bertanggungjawab terhadap kegiatan strategis tersebut adalah Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP), Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (Perkim), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan (DKPKH), dan Rumah Sakit Umum Provinsi Raja Ahmad Tabib (RSUP RAT).

“Untuk RSUP RAT kebanyakan pengadaan alat kesehatan. Pada tahun ini, kegiatan strategis banyak dibidang pertanian,” jelas Aries.

Mantan Pejabat Karimun tersebut memaparkan, secara kuantitas proyek strategis pada APBD 2021 memang mengalami penambahan dibandingkan 2020 yang berjumlah 74 paket. Namun, dari segi anggaran alokasi tersebut terbilang menurun dari 2020 sebesar Rp 512 miliar. Hal itu disebabkan, pada tahun ini alokasi anggaran untuk proyek multiyears pada proyek penataan kawasan pesisir Gurindam 12 sudah selesai.

“Ada penambahan penggaran sebesar Rp 115 Miliar lebih dibanding tahun 2020 lalu. Semoga kegiatan-kegiatan ini juga menggerakan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan tentunya,” tutup Aries Fhariandi. (*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul