Internasional

Respon Cepat Ancaman Kesehatan di Asia Tenggara, AS Resmikan CDC di Hanoi

Wapres AS, Kamala D Harris saat meresmikan CDC regional Asia Tenggara di Hanoi, Rabu (25/8/2021) sore kemarin. ( F Vu Anh/VN Express)

batampos.id – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala D Harris meresmikan kantor Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS regional Asia Tenggara di Hanoi, Rabu (25/8/2021) sore kemarin. Pendirian ini, ia sebutkan sebagai respon cepat ancaman kesehatan AS di Asia Tenggara baik bagi warga AS dan juga warga-warga negara ASEAN.

Peresmian ini dilaksanakan via zoom, dihadiri oleh Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Direktur CDC AS, dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Kesehatan dari sebelas negara ASEAN termasuk Indonesia.

Harris menyebutkan, CDC ini hadir guna memperkuat komitmen AS untuk kerja sama keamanan kesehatan regional dan memperbarui seruan sebelumnya untuk bertindak tentang kesiapsiagaan dan respons pandemi.

“Melalui kantor ini, kami akan bekerja sama dengan mitra regional kami untuk berbagi strategi dan memperkuat kemampuan satu sama lain untuk mencegah, mendeteksi, dan menanggapi ancaman penyakit menular, hari ini dan di masa depan,” ungkap Harris.

Pencapaian ini, kata dia, adalah hasil dari kerjasama tingkat tinggi antara pemerintah AS dan ASEAN selama bertahun-tahun.

Sementara itu, Sekretaris HHS Xavier Beccera menyebutkan, hadirnya kantor regional CDC di Hanoi menjadi kesempatan penting AS dan negara-negara SEA untuk membahas prioritas keamanan kesehatan bersama.

Direktur CDC AS, dokter Rochelle Walensky lewat seminar zoom menyebutkan, sebenarnya, CDC secara tugas sudah lama hadir di Asia Tenggara sebagai kemitraan jangka panjang AS dengan negara Indo-Pacifif.

“Kami telah memperkuat laboratorium kesehatan masyarakat, pusat operasi darurat, sistem pengawasan, serta melengkapi semua alat yang dibutuhkan selama pandemi COvid-19 saat ini,” ujar Walensky.

Dia pun optimis mengatakan, hadirnya CDC di Hanoi ini bisa membangun kemitraan dalam menghadapi sistem kesehatan global di masa depan. “Bantu kami tumbuh lebih kuat bersama,” ungkapnya.

Dalam peresmian kemarin, CDC meningkatkan keterlibatan dan kolaborasi Amerika dengan para pemimpin Asia Tenggara guna meningkatkan kapasitas regional untuk mencegah, mendeteksi, dan menanggapi penyakit menular dan ancaman kesehatan lain yang muncul.

Prioritas untuk kantor regional yang baru termasuk membangun tenaga kesehatan masyarakat masa depan, memperluas pelatihan laboratorium kesehatan masyarakat regional, mengembangkan program inovatif untuk meningkatkan kesehatan bagi penduduk migran, memastikan tanggapan terkoordinasi terhadap keadaan darurat kesehatan masyarakat melalui Jaringan Pusat Operasi Darurat, dan memperkuat sistem peringatan untuk deteksi zoonosis dan penyakit menular yang muncul.

Turut hadir memberikan presentasi dalam peluncuran CDC yang dipimpin John MacArthur tersebut yakni, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Selain mengembangkan cabang regional di Asia Tenggara, ke depan CDC AS juga akan membuka regional di Georgia untuk kawasan Eropa Timur dan Central ASia, Oman untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, serta di Brazil untuk kawasan Amerika Selatan. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Tunggul Manurung