Nasional

5 Bendungan Batam Dipasang Alat Monitoring Terbaru

PT IST Juga Melakukan Pengerukan Waduk Seiharapan

PARA operator alat monitoring bendungan di Batam saat mengikuti pelatihan di lapangan dan melihat perangkat baru yang dipasang. (ANTOK UNTUK BATAM POS)

batampos.id – Lima bendungan di Batam dipasangi alat monitoring dengan teknologi terbaru yang bisa dimonitor secara digital dan realtime tanpa harus cek manual ke lapangan.

Pemasangan alat yang ditujukan untuk keamanan dan peningkatan kualitas bendungan ini dikerjakan PT Intan Sarana Teknik (IST) Jakarta dan dipasang di bendungan Seiharapan, Seiladi, Mukakuning, Duriangkang, dan Nongsa.

Project Manager PT Intan Sarana Teknik, Suprijanto mengatakan pihaknya dipercaya Balai Wilayah Sungai Sumatera IV di Batam untuk proyek pengerjaan remedial ini senilai Rp 69 miliar. Pengerjaan remedial instrumentasi waduk ini untuk memenuhi sertifikasi kelengkapan waduk dari Balai Teknik Bendungan di Jakarta. Jadi data bendungan seluruh Indonesia bisa dipantau langsung di Balai Teknik Bendungan ini.

Project Manager PT Intan
Sarana Teknik (IST) Suprijanto.

Instrumen bendungan yang dipasang meliputi piezometer untuk mengetahui tekanan pori. Informasi data soal tekanan pori bendungan dan kondisi bendungan bisa dimonitor secara langsung secara digital. “Kita pakai yang sistem sudah matic,” ujarnya.

Kemudian sumur observasi untuk mengetahui rembesan di dalam tanah. Ada juga alat untuk memonitor rembesan di permukaan. “Kita pasang juga inclinometer untuk mengetahui sudut kemiringan bendungan. Termasuk alat untuk pantau level air,” ujarnya.

Instrumen ini mulai dipasang April dan Mei Juni sudah connect. Untuk mengoperasikan peralatan terbaru ini, juga sudah digelar pelatihan untuk para operator selama tiga hari di Hotel Vista.

Pengerukan dan Penguatan

Selain mengerjakan pemasangan alat monitoring atau deteksi ini, PT IST juga mengerjakan pengerukan endapan tanah di waduk Seiharapan, Sekupang dengan teknik terbaru. Dilakukan juga penguatan di badan bendungan.

Teknik pengerukan terbaru ini tak memerlukan tempat pembuangan material besar, jadi lebih efisien dan efektif dibanding cara lama. Material yang dikeruk dimasukkan ke kantong geotube dan diletakkan dekat bendungan yang akan membantu memperkuat bendungan. Dengan teknologi ini, tirisan air dari material hasil pengerukan masuk kembali ke waduk lebih cepat dan bersih.

Jadi hasil kerukan tak diangkut dan dibuang atau ditimbun ke luar wilayah waduk.
Dengan pengerukan ini, kapasitas air di waduk juga jadi bertambah banyak dan bisa mencukupi kebutuhan air warga Batam. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO