Internasional

Jepang Hentikan Penggunaan 1,63 Juta Dosis Vaksin Moderna

Ilustrasi vaksinasi Moderna. ( F Reuters)

batampos.id – Jepang menghentikan penggunaan 1,63 juta dosis vaksin COVID-19 Moderna Inc (MRNA.O) karena terkontaminasi di beberapa tempat penyimpanan dan beberapa botolnya. Penghentian ini sudah dimulai sejak Kamis (26/8/2021) waktu setempat.

BACA JUGA:
Angka Infeksi Covid-19 Tembus 1 Juta Jiwa di Jepang

Meski begitu, Jepang dan Moderna mengatakan tidak ada masalah keamanan atau kemanjuran yang telah diidentifikasi. Penghentian penggunaan itu hanya sebagai tindakan pencegahan saja. Dan akhirnya berdampak pada jadwal vaksinasi pekerja.

“Moderna mengonfirmasi telah diberitahu tentang kasus partikel yang terlihat dalam botol produk obat dari vaksin COVID-19-nya,” ujar Tim Moderna dari AS dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Reuters, Jumat (27/8/2021) pagi ini.

Adalah Takeda, perusahaan yang bertanggungjawab mendistribusikan vaksin Moderna di Jepang. Mereka langsung bergerak cepat begitu menerima laporan dari beberapa pusat vaksinasi bahwa ditemukan zat asing di dalam botol yang belum dibuka dan langsung berkoordinasi dengan Moderna untuk melakukan penyelidikan.

“Setelah berkonsultasi dengan kementerian kesehatan, kesimpulannya, kami menghentikan penggunaan vaksin dari lot sejak sehari lalu,” ujar Juru Bicara Takeda.

Takeda tidak merinci jenis kontaminasi pada vaksin Moderna namun ia mengatakan belum menerima laporan masalah kesehatan yang timbul akibat pemberian vaksin.

Terkait hal ini, Kementerian Kesehatan Jepang bersama Takeda langsung mengamankan dosis tambahan agar tak mengganggu program vaksinasi covid-19 nasional di negara itu.

Sampai hari ini, sudah sekitar 43 persen populasi Jepang telah menjalani vaksinasi penuh. Setelah Olimpiade Tokyo, Negeri di Timur Matahari itu masih berjuang meminimalisir lonjakan Covid-19 varian Delta.

Laporan Gugus Tugas Jepang, sebanyak 15.500 warga Jepang meninggal selama pandemi berlangsung. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Tunggul Manurung