Nasional

PASBNN Gelar Kerja Sama dengan BNNP Kepri dan Kakanwil Kemenkumham Kepri

Lepaskan Pengguna dari Narkoba

Melly Puspita Sari. (F. BNNP KEPRI UNTUK BATAM POS)

batampos.id – Jumlah penyalahguna narkotika di Indonesia yang semakin banyak. Butuh penanggulangan yang serius dari semua pihak terkait. Hasil penelitian BNN RI dan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI tahun 2019 menunjukkan bahwa angka prevalensi nasional penyalah guna narkoba di Indonesia tahun 2019 sebesar 2.40 persen atau sekitar 4.5 juta jiwa untuk penyalah guna pernah pakai dan 1.80 persen atau sekitar3.4 juta jiwa untuk penyalah guna setahun pakai.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebanyak 240 dari 10.000 penduduk Indonesia berumur 15-64 tahun, pernah memakai narkoba, dan 180 diantaranya memakai narkoba selama satu tahun terakhir. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi penyalahguna, pecandu dan korban penyalahguna adalah dengan rehabilitasi yang menjadi bagian dari strategi demand reduction.

Badan Narkotika Nasional telah mengembangkan program rehabilitasi berkelanjutan, yang merupakan rangkaian dari rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial dan paskarehabilitasi yang saat ini dilakukan melalui layanan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Dalam melakukan program pascarehabilitasi yang merupakan rehabilitasi bina lanjut melalui IBM, petugas IBM yang telah dilatih hanya melayani klien yang telah mendapatkan rehabilitasi rawat inap dari atau jalan dari BNNP atau BNNK/Kota di Provinsi Kepri, belum menyentuh populasi khusus seperti menangani klien rujukan yang merupakan mantan narapidana dan klien pemasyarakatan kasus narkotika.

Padahal, para pengguna dan korban penyalahguna narkotika adalah individu yang rentan untuk kembali menggunakan atau yang disebut dengan relapse, termasuk mereka yang pernah berada di lembaga pemasyarakatan, tidak hanya rentan kambuh dalam penggunaan zat namun juga beresiko kambuh dalam tindakan kriminalnya.

Melly Puspita Sari, Psikolog, Konselor Adiksi Ahli Madya dan sekaligus sebagai Koordinator Bidang Rehabilitasi BNNP Kepri, berpandang untuk menyelesaikan masalah pengguna narkoba harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Peran petugas IBM yang telah dilatih oleh BNNP dan BNNK/Kota di Provinsi Kepulauan Riau harus diperluas untuk menangani populasi khusus yang selama ini belum pernah di tangani, yakni mantan narapidana dan klien pemasyarakatan kasus narkotika yang bebas, tidak pernah dirujuk untuk mengikuti pascarehabitasi melalui IBM.

“Mereka ini juga anggota masyarakat yang ingin kembali hidup normal, diterima dan tidak ingin distigmanisasi. Maka melalui IBM ini mereka memiliki ruang untuk pulih, dibantu dan di dampingi untuk mempergunakan kesempatan yang ada memperbaiki kehidupannya agar lepas dari pengaruh narkotika,” ujar Melly.

Oleh karenanya, hasil diskusi dengan Kepala BNNP Kepri, muncullah gagasan inovasi dalam proyek perubahan ini berupa, Pengembangan Pascarehabilitasi Melalui Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) bagi mantan narapidana dan klien Ppmasyarakatan kasus narkotika se-Provinsi Kepulauan Riau, yang disingkat dengan PASBNN.

Ide tersebut disetujui oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan dibawah Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepri dan dengan semangat yang besar, ide ini kemudian mulai di implementasikan melalui penandatanganan Adendum Perjanjian Kerja Sama antara BNNP Kepri dengan Kanwil Kemenkumham Provinsi Kepri, memasukan program Pengembangan Pascarehabilitasi Melalui Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Bagi Mantan Narapidana dan Klien Pemasyarakatan Kasus Narkotika se Provinsi Kepri di Lapas Batam, yang dihadiri Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi dari Dirjen Pemasyarakatan, Bapak Muji Raharjo Drajat Santoso, Jumat (20/8). (*)

Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO