Metropolis

Akhirnya UIS Bisa Gelar Wisuda Tatap Muka Dimasa Pandemi

 

batampos.id – Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam akhirnya bisa menggelar wisuda sarjana atau sidang senat terbuka ke 4 secara tatap muka pada Sabtu (28/8). Wisuda tersebut juga bertepatan dengan Dies Natalis atau hari jadi UIS Batam ke 2 yang digelar di Ballroom lantai 3 Hotel Planet Lubukbaja.

Pelaksanaan acara wisuda tatap muka pertama sejak pandemi Covid-19 ini hanya diikuti sekitar 35 persen dari mahasiswa yang diwisuda. Dimana dari 323 mahasiswa yang diwisuda, hanya 108 yang mengikuti rangkaian wisuda. Sedangkan 215 wisudawan lainnya mengikuti prosesi wisuda secara virtual atau online dari rumah masing-masing. Meski begitu, prosesi wisuda berjalan khidmat dan lancar hingga selesai

Wisudawan berasal dari fakultas ekonomi, fakultas teknik dan fakultas ilmu kesehatan. Mulai dari sarjana dan Diploma 3.

Selama acara berlangsung, para wisudawan wajib mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari cek suhu badan, memakai masker, menjaga jarak dan memakai hand sanitizer. Panitia juga memberi jarak lebih dari satu meter untuk setiap kursi yang ditempati wisudawan.

Keluarga wisudawan juga dilarang hadir dan mendekat ke lokasi acara. Sehingga protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaraan Covid-19 berjalan lancar. Jika ingin menyaksikan prosesi wisuda, para keluarga bisa melihat secara online atau virtual.

Rektor UIS Batam, Dr. H. Mustaqim Suaib, SE.,MM mengatakan UIS Batam telah 4 kali mewisudakan mahasiswanya. Pada wisuda pertama digelar langsung sebelum pandemi covid-19. Kemudian wisuda ke 2 dan 3 berlangsung online atau virtual karena di masa pandemi Covid-19.

“Pada wisuda ke 4 ini, kami mengabungkan offline dan online secara bersamaan. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar meski belum terbiasa,” kata Mustaqim.

Sebelum acara wisuda para mahasiswa diberi pilihan untuk ikut prosesi wisuda online atau offline. Syarat untuk wisuda offline adalah mematuhi protokol kesehatan, selain itu sudah divaksin. Jumlah wisudawan offline pun dibatasi hanya 35 persen dari 323 wisudawan.

“Kami memberikan tawaran kepada mahasiwa untuk online atau offline. Syarat offline harus vaksin dan yang bersedia 108 orang. Lebihnya memilih online,” tegas Mustaqim.

Meski mengabungkan sistem online dan offline, ia yakin para wisudawan merasa lega usai diwisuda. Apalagi tahapan prosesi wisuda baik secara online dan offline hampir sama. Bedanya yang online tali toga dipindahkan oleh orangtua atau keluarga di rumah. (*)

 

Reporter : Yashinta