Ekonomi & Bisnis

Industri FnB Hadirkan Beberapa Restoran Subway di Indonesia

ILUSTRASI: Satu keluarga berwisata sekaligus makan di restoran tepi pantai, Harbour Bay, Batam, Minggu 31 Januari 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Jaringan FnB Subway asal Amerika Serikat (AS) telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Sari Sandwich Indonesia, anak perusahaan peritel makanan & minuman (F&B) di Indonesia, PT Map Boga Adiperkasa Tbk (MBA), yang merupakan bagian dari PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP). Kemitraan itu akan menghadirkan beberapa restoran Subway di Indonesia pada kuartal keempat 2021. Pembukaannya berawal di wilayah Jabodetabek.

Indonesia masih dilihat sebagai market yang potensial bagi pelaku industri food and beverages (FnB). Hal tersebut ditandai pergerakan ekspansi merek-merek internasional untuk bekerja sama dengan perusahaan lokal demi mendatangkan gerai ke tanah air.

Subway pernah membuka gerai di Indonesia pada era 1990-an. Namun, pada Oktober 2000, restoran sandwich terbesar di AS tersebut menutup semua cabang di tanah air.

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Supit mengatakan, Indonesia masih menjadi magnet bisnis waralaba asing. Bahkan, selain Subway, sudah ada beberapa perusahaan FnB luar negeri yang sedang melakukan penjajakan untuk ekspansi ke RI.

“Di antaranya dari Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Eropa. Semuanya di lini FnB,” ujarnya.

BACA JUGA: Makan Sepuasnya Cuma Rp 49 Ribu di Restoran Golden Prawn 933

Menurut Levita, hadirnya merek-merek waralaba asing, bahkan di tengah pandemi, menunjukkan bahwa pasar Indonesia masih memiliki prospek yang menjanjikan. “Kemungkinan yang lain akan masuk pada 2022,” tambahnya.

Chief Executive Officer Subway John Chidsey mengatakan bahwa permintaan kehadiran restoran Subway yang tinggi datang dari berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai salah satu peritel gaya hidup di Indonesia, MAP dinilai merupakan mitra ideal untuk memulai ekspansi di wilayah Asia-Pasifik.

“Kami yakin para pelanggan di Indonesia sangat menginginkan opsi yang lebih beragam. Hal ini merupakan langkah awal dari rencana ekspansi global,” ujarnya Rabu (25/8). (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung