Covid-19

Vaksinasi Kalangan Santri Dikebut Menjelang PTM

Kegiatan vaksinasi untuk para santri di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok (28/8). (Hilmi Setiawan/Jawapos)

batampos.id – Pemerintah memberikan izin bagi lembaga pendidikan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Khususnya untuk daerah zona hijau, kuning, sampai zona orange atau PPKM level 3.

Kebijakan itu langsung direspons oleh sejumlah lembaga pendidikan. Diantaranya dengan menggecarkan vaksinasi bagi para santri seperti yang dilakukan Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Jawa Barat. Sebanyak 500 dosis vaksin disiapkan untuk vaksinasi para santri pada Sabtu (28/8). Rencananya PTM secara terbatas dimulai bulan September depan.

Kepala Kemenag Kota Depok Asnawi mengapresiasi Pesantren Al-Hamidiyah yang menyelenggarakan kegiatan vaksinasi bagi santri. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan program Provinsi Jawa Barat menuju 37 juta vaksin.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Depok, Pemkot Depok melalui Dinas Kesehatan. Khusus Pesantren Al-Hamidiyah menyediakan 500 vaksin.

“Al-Hamidiyah merupakan Pesantren keenam dari 109 pesantren yang menjalankan vaksin dari target 20 ribu santri di Depok,” katanya.

Mereka menyambut baik upaya pesantren dalam mempersiapkan PTM terbatas yang akan dimulai pada bulan depan. Harapannya, semoga santri di Kota Depok dan masyarakat terbebas dari Covid-19.

Dalam kesempatan ini, di Pesantren Al-Hamidiyah yang mengikuti program vaksinasi, yaitu sebanyak 150 orang. Selanjutnya, program vaksin akan diselenggarakan kembali untuk para santri yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka pada 17 Oktober mendatang.

Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah Prof Oman Fathurrahman mengatakan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam harus terdepan dalam melakukan Vaksinasi. Menurutnya, vaksin sebagai ibadah karena menjaga jiwa bagian dari tujuan syariat Islam.

Ia menambahkan, vaksin adalah perantara menjaga keselamatan jiwa. Apalagi, vaksin teruji secara medis mengurangi terpapar Covid-19 yang bisa mengakibatkan hilangnya nyawa.

Direktur Utama Yayasan Islam Al-Hamidiyah dr Imam Susanto Sjaichu Sp.B mengatakan, vaksin merupakan bagian dari pencegahan dari Covid-19. Meskipun dampaknya tidak terlalu besar, yang terpenting adalah menjaga prokes. Supaya jangan sampai tertular. Agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik di Pesantren Al-Hamidiyah.

Selain menjalankan prokes 3M, juga membatasi kunjungan dari orang luar, guru yang mengajar harus mukim atau tidak langsung tatap muka. “Bagi saya, vaksin itu hanya pencegahan dan bukan segalanya. Ada dokter yang sudah divaksin dua kali, tapi karena berada di tempat yang banyak risiko akhirnya kena juga,” tuturnya.

Dia berharap dengan vaksin nantinya proses belajar berlangsung dengan baik. Semoga semua pihak diberikan kesehatan dan Depok menjadi zona hijau.

Ketua Satgas Covid-19 Al-Hamidiyah dr Farida Sjaichu mengungkapkan vaksinasi bagi santri merupakan program pesantren. Selama pandemi, mereka melakukan pembatasan atau wilayah yang steril.

Setiap yang masuk ke dalam Pesantren diswab terlebih dahulu. Menurutnya, pada pengajar mulai dari guru sampai kyai harus mukim atau tinggal di Pesantren Al-Hamidiyah.

“Bahkan, untuk jaga-jaga bila terjadi hal yang tidak diinginkan kita menyediakan ruang isolasi khusus bagi yang terduga Covid-19,” katanya. Protokol kesehatan secara ketat kita jalankan. Ada empat dokter yang selalu menjaga santri di Pesantren Al-Hamidiyah. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim