Nasional

BP Batam Komitmen Kembangkan Pelabuhan Batuampar

Pelabuhan Batuampar tampak dari udara, beberapa waktu lalu. Pelabuhan Batuampar akan dikembangkan menjadi pelabuhan modern. Tahun ini, BP Batam mulai membangun terminal peti kemas atau container yard seluas enam hektare dengan anggaran Rp 64 miliar.  (Axel Ariel Muhammad untuk Batam Pos)

batampos.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam berkomitmen penuh mengembangkan Pelabuhan Batuampar. Komitmen tersebut dapat dilihat dari road map yang tertata dengan seksama, penerbitan regulasi yang mempermudah dunia usaha, serta upaya mengoptimalkan layanan perizinan terpadu yang terintegrasi dengan platfom Batam Logystic Ecosystem (BLE).

”Untuk membangun pelabuhan ini menjadi sempurna, butuh Rp 12 triliun. Tapi, belum ada perusahan masuk dan sekarang masih BP Batam yang membangun bertahap,” kata Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, baru-baru ini.

Muhammad Rudi. (Immanuel Sebayang/Batam Pos)

Pihaknya, kata Rudi, membuka kesempatan bagi semua perusahaan yang sanggup mengembangkan guna mempercepat pembangunan Pelabuhan Batuampar. Tahun ini, BP Batam lanjutnya, mulai membangun terminal peti kemas atau container yard (CY) seluas enam hektare.

Terminal peti kemas itu dibangun dua bagian, empat hektare di bekas Gudang Persero dengan anggaran pembangunannya mencapai Rp 51 miliar. Sementara terminal kedua dibangun di atas lahan dua hektare yang sudah dibangun dengan anggaran Rp 13 miliar yang ditargetkan selesai tahun ini.

Tak hanya itu, di lokasi tersebut juga akan dilakukan pendalaman alur. ”Dengan kita membangun pelabuhan ini, efek dominonya akan panjang untuk menumbuhkan ekonomi Batam,” katanya.

Proyek fisik ini menggunakan anggaran BP Batam paling besar, yakni pembangunan container yard. Lokasinya di utara pelabuhan, tepatnya di bekas Gudang Persero yang kini sudah diratakan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BP Batam, CY akan dibangun dengan luas 6 hektare, terdiri dari perbaikan CY di utara pelabuhan seluas 2 hektare dan pembanugnan CY juga di utara pelabuhan seluas 4 hektare. Total anggaran diperkirakan mencapai Rp 65 miliar.

”Kontainer diangkan dari kapal menggunakan container crane, lalu dibawa truk ke container yard, diletakkan disana dengan sistem lift off lift on. Kontainer diletakkan di CY, sesuai urutannya. Ada blok dan line-nya yang diatur oleh Terminal Operating System,” katanya lagi.

Ia kemudian melanjutkan penjelasannya, bahwa keuntungan dari pemilik kontainer yakni kontainernya sudah tertata sedemikian rupa. ”Kontainer aman, terjamin tidak basah, alat berat tersedia lengkap, tidak tertukar, dan tidak ada pungli, karena semua sudah by system dan pembayaran dilakukan ke bank,” ungkapnya.

Pembangunan lainnya yang dikerjakan tahun ini yakni pengerukan kolam Pelabuhan Batuampar fase 1. Biayanya mencapai Rp 40 miliar. Kemudian pembangunan drainase dengan biaya Rp 40,8 miliar. Lalu penataan gerbang dan area masuk kawasan Terminal Batuampar dengan biaya Rp 7,9 miliar. Selanjutnya reception facility dengan biaya Rp 4,5 miliar, renovasi gudang pemeriksaan barang yang digunakan Bea Cukai (BC) senilai Rp 594 juta.

”Ada juga reception facility (RF) yang digunakan untuk menampung limbah. Itu merupakan mandatori. Drainase juga diperbaiki, berikut juga gerbang akan dibangun baru. Ada office diatas gerbang, yang mengontrol gerbang by system, kita gunakan wireless. Lalu renovasi gudang pemeriksaan barang, yang merupakan permintaan BC,” tuturnya.

Selain pengembangan pelabuhan, BP Batam juga akan menerbitkan regulasi baru dalam bentuk Peraturan Kepala (Perka) BP Batam mengenai tarif dan jasa pelabuhan.

Sebelum itu, Rudi menegaskan bahwa ia telah memanggil pihak atau perusahaan yang memiliki urusan terkait aktivitas pelabuhan. Lalu, Jumat (20/8) lalu, seluruh pegawai BP Batam yang bertugas di pelabuhan yang dikelola BP Batam diultimatum, agar tidak melakukan praktik pungli, dan harus mengikuti Perka yang akan segera diterbitkan.

”Senin atau Selasa, Perka baru tentang pelaksanaan sistem operasional di Pelabuhan Batuampar dan pelabuhan laut di sekitar Kota Batam tentang tugas dan tanggung jawab BP Batam,” tuturnya.

Rudi mengungkapkan selama ini orang selalu mengeluh tentang tarif, pelayanan, waktu, dan lain-lainnya terkait pelabuhan. ”Saya akan keluarkan Perka baru. Tadi saya baru rapat dengan seluruh yang ada urusannya atau usahanya yang terkait dengan pelabuhan telah kita panggil semua, mereka hadir semua dan kita telah bicara,” ujarnya.

Rudi juga berkomitmen mendukung penerapan BLE di Batam. Dengan diresmikannya platform single entry yang merupakan bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE) ini maka Auto Gate System di Pelabuhan Batuampar yang dikelola BP Batam terintegrasi dengan TPS (Tempat Penimbunan Sementara) online milik Bea Cukai Batam resmi beroperasi.

Bentuk dukungan tersebut berupa dengan perbaikan dan pembangunan infrastruktur di Pelabuhan Batuampar. Begitu juga dengan kesiapan perkuatan SDM-nya. ”Tahun ini kita sedang melakukan pengembangan pelabuhan, khususnya di dermaga utara, dan rencana pengembangannya akan selesai pada tahun 2022 mendatang. Begitu juga dengan beberapa bangunan di sekitar pelabuhan akan ditata. BP Batam sudah menyiapkan anggarannya dan ini adalah komitmen BP Batam untuk mewujudkan BLE yang pada muaranya untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas,” ujar Rudi. (*)

Reporter : RIFKI SETIAWAN
Editor : MOHAMMAD TAHANG