Covid-19

Melandai tetapi Masih Terjadi Penambahan

Update kasus Covid-19 di Kota Batam per 30 Agustus 2021. (lawancorona.batam.go.id)

batampos.id – Penambahan kasus Covid-19 di Kota Batam masih terjadi. Data terbaru menyebutkan, total penambahan 14 kasus terkonfirmasi positif dan sembuh 21 pasien. Hingga Senin (30/8), total angka kasus terpapar virus corona sudah berada di 25.471 kasus dengan jumlah pasien meninggal 807 orang.

Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, mengatakan, saat ini pengetatan dan penerapan protokol kesehatan (protkes) terus ditingkatkan, guna menuju zero kasus. Sebab, penambahan masih fluktuatif antara 10-20 kasus setiap harinya.

Untuk peta kecamatan juga masih berubah-ubah warna setiap hari, tergantung dari jumlah kasus yang terkonfirmasi di masing-masing kecamatan. Ia menyebutkan, mayoritas mainland masih betah berada di warna merah, kecuali Bengkong yang merah mudah. Kemudian Nongsa dan Batuampar yang berada di zona kuning. Sementara untuk hinterland, Galang dan Bulang zona hijau, dan Belakangpadang kuning.

”Kalau masih ada penambahan kasus, itu artinya pergerakan warga ini masih terus berjalan. Kalau kasus bisa kita tekan, tentu peta bisa berubah jadi zona hijau semua,” sebutnya, kemarin.

Saat ini, kata Didi, terdapat 127 warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah dan 47 pasien menjalani pemulihan di Asrama Haji Batam. Sementara untuk pasien yang menjalani di rumah sakit juga terus menurun. Total BOR (bed occupancy rate/keterisian tempat tidur) saat ini adalah 10 persen.

Penurunan jumlah kasus Covid-19 terus berlanjut. Berada di pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 membuat capaian pasien sembuh terus mengalami peningkatan. Saat ini total pasien yang masih dalam perawatan berjumlah 269 pasien.

”Kalau melihat data sudah tentu, harusnya dalam waktu dekat ini, Batam turun level. Satu hari jumlah yang terpapar 22 orang dan yang sembuh 27 orang. Itu artinya meskipun belum bisa dihentikan laju pertambahan kasus, setidaknya angka kesembuhan bisa terus membaik,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam, Muhammad Rudi.

Ia berharap penurunan level bisa berimbas terhadap roda perekonomian masyarakat. Pemulihan ekonomi diharapkan cepat terjadi, agar kesejahteraan masyarakat juga mengalami peningkatan, bila dibandingkan kondisi yang saat ini terjadi.

”Banyak kerugian akibat Covid-19. Ribuan orang kehilangan pekerjaan, dan ratusan orang kehilangan nyawa akibat terpapar virus ini. Di sisa tahun ini pemulihan yang akan diutamakan,” ujarnya.

Pemberian bantuan kepada mereka yang membutuhkan, serta insentif yang diupayakan tetap diberikan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi. ”Ada banyak tugas sampai Desember nanti. Pengerjaan proyek, perhatian kepada mereka yang terdampak, hingga memulihkan ekonomi secara keseluruhan,” sebutnya.

Sementara itu, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina di Rusunawa Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam di Batuaji masih ada 500-an orang. Jumlah ini sedikit menurun dari akhir pekan lalu yang sempat membeludak di angka 700-an orang.

Para PMI yang masih menjalani karantina adalah mereka yang tiba dari luar negeri dalam sepekan terakhir. Mereka umumnya sedang menunggu hasil swab kedua. Jika hasilnya negatif maka diperbolehkan kembali ke daerah asal masing-masing, namun jika positif maka harus dirawat terlebih dahulu.

”Yang positif terakhir ada 19 orang. Itu hasil hari Minggu (29/8). Hari ini (kemarin) belum ada,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa, Senin (30/8).

Rombongan PMI yang terkonformasi positif sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang untuk penanganan lebih lanjut. Sampel mereka juga diperiksa secara teliti untuk mencegah masuknya varian terbaru Covid-19 ke Tanah Air.

Seperti diketahui, sejak awal pandemi, Pemko dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kota Batam menetapkan satu unit Rusunawa BP Batam dan dua unit Rusunawa Pemko Batam di Tanjunguncang sebagai lokasi karantina. Tiga rusunawa ini masih menampung para PMI hingga saat ini. Lama masa karantina PMI mulai delapan hingga 14 hari.

Kasus Nasional Turun 90,4 Persen

PPKM Level 2-4 terus berlanjut. Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan, perkembangan kasus nasional terus menunjukkan perbaikan sejak 23 Agustus lalu.

Tren kasus konfirmasi secara Nasional turun hingga 90,4 persen. Khusus untuk Jawa-Bali, turun hingga 94 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu. ”Jumlah kota/kabupaten yang masuk (turun, red) menjadi level 2 meningkat dari 10 menjadi 27, level 3 dari 67 menjadi 76, dan level 4 turun dari 51 menjadi 25 kabupaten/kota,” jelas Luhut, kemarin.

Beberapa aglomerasi besar pun turun dari level 4 ke level 3. Di antaranya adalah Malang Raya dan Solo Raya. Jadi, aglomerasi yang sudah masuk ke level 3 meliputi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya, dan Solo Raya, sementara Semarang Raya turun dari level 3 ke level 2.

Bagaimanapun, masih ada dua wilayah aglomerasi yang berada pada level 4, yakni DI Yogyakarta dan Bali. Luhut optimistis DIY akan masuk ke level 3 dalam 1 minggu ke depan. Sementara meskipun masih di level 4, Bali terus menunjukkan tren perbaikan dari waktu ke waktu, dan diperkirakan dapat turun ke level 3 pada beberapa waktu ke depan.

”Khusus untuk wilayah Bali, dalam arahan Presiden beliau meminta secara khusus untuk segera dilakukan pengecekan dan intervensi di lapangan,” jelas pria yang akrab disapa Opung ini.

Presiden Joko Widodo mengatakan dalam satu minggu ini sudah menjadi perbaikan situasi Covid-19. Jokowi mencontohkan bad occupancy rate (BOR) nasional rata-ratanya 27 persen.

“Untuk itu pemerintah memutuskan mulai 31 Agustus hingga 6 September, Jawa-Bali ada tambahan aglomerasi yang masuk level 3,” ungkapnya. Aglomerasi itu adalah Malang Raya dan Solo Raya. Sementara Semarang Raya turun ke PPKM level 2.

Lebih lanjut Jokowi merinci di Jawa-Bali dari 51 kabupaten/kota yang berada status PPKM level 4, turun menjadi 25 kabupaten/kota. Selanjutnya yang menduduki level 3 dari 67 kabupaten/kota naik menjadi 76 kabupaten kota. Lalu ada 27 kabupaten/kota yang menduduki level 2 dari sebelumnya yang hanya 10 kabupayen/kota.

“Untuk wilayah di luar Jawa-Bali juga terjadi perbaikan,” ungkapnya. Level 4 dari tujuh provinsi menjadi empat provinsi.

Protokol kesehatan di beberapa sektor dinilainya sudah menunjukkan hasil yang baik. Untuk itu pemerintah akan melakukan penyesuaian kembali aturan PPKM ini. “Namun kita tetap harus berhati-hati dalam menghadapi tren perbaikan ini,” ucapnya. Apalagi ada negara yang tingkat vaksinasinya tinggi namun masih terdampak gelombang ketiga.

Pada minggu ini, pemerintah akan melakukan perubahan kategori warna pada PeduliLindungi. Orang yang teridentifikasi positif Covid-19 maupun kontak erat akan ditandai dengan warna hitam. Jika orang-orang ini masih memaksa melakukan aktivitas di ruang publik, maka mereka akan langsung dievakuasi untuk isolasi atau karantina.

Beberapa penyesuaian aktivitas PPKM di antaranya kapasitas dine in di dalam mal menjadi 50 persen dan waktu jam operasi diperpanjang menjadi jam 21.00. Dalam waktu dekat juga akan dilakukan ujicoba 1.000 outlet restoran di luar mal dan yang berada di ruang tertutup untuk bisa beroperasi dengan 25 persen kapasitas di Surabaya, Jakarta, Bandung, dan Semarang.

”Ke depan penggunaan platform PeduliLindungi nantinya akan terus digunakan, diluaskan hingga diwajibkan di hampir seluruh akses publik yang dilakukan penyesuaian tanpa terkecuali,” pungkas Luhut. (*)

Reporter : YULITAVIA
EUSEBIUS SARA
JP GROUP
Editor : MOHAMMAD TAHANG