Bintan-Pinang

Kartu Kendali Efektif Atasi Kelangkaan Gas di Tanjungpinang

Foto bersama usai implementasi kartu kendali di Pangkalan Wira Kencana, Kamis (12/8). F. Dewi

batampos.id– Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang terus gesa implementasi kartu kendali pembelian gas elpiji subsidi kemasan 3 Kilogram (Kg). Hingga 12 Agustus 2021, penyerahan kartu sudah dilakukan pada 10 kelurahan di Tanjungpinang yang diterima oleh 44 dari 250 pangkalan.

BACA JUGA: 41 Pangkalan Sudah Terapkan Kartu Kendali Gas 3 Kg

Kepala Disperdagin Kota Tanjungpinang melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperdagin Kota Tanjungpinang, Dewi Sinaga menjelaskan hingga saat ini total kartu kendali yang sudah diserahkan untuk rumah tangga sasaran mencapai 3.416, pelaku usaha 1.175 sedangkan gabungan keduanya mencapai 4.951.

Penyerahan logbook di Pangkalan Wira Kencana Kamis, (12/8).F. Dewi

“Terakhir kemarin kami serahkan kartu di Tanjungpinang Barat di Pangkalan Wira Kencana, Pangkalan Meiliala dan Pangkalan Hermon,” kata Dewi, Selasa (31/8).

Dijelaskan Dewi, saat ini penggunaan kartu kendali gas di tengah masyarakat sudah berjalan baik, informasi dari pihak pangkalan memang ada warga yang tidak membawa kartu saat membeli gas tapi karena sudah saling kenal sehingga hal itu tidak menjadi masalah.

“Tidak masalah karena orang pangkalan lihat logbook juga. Mereka tahu karena sering beli,” ujarnya. Hingga saat ini, lanjut Dewi karena penggunaan kartu mulai tertib masalah kelangkaan sudah tidak pernah terdengar ataupun laporan dari masyarakat yang diterimanya.

Saat ini masih sering ditemukan adalah masih ada pengecer yang menjual gas, dalam beberapa kali temuan yang bersangkutan tidak menjual dengan harga yang tinggi. “Temuan pengecer mereka jual Rp 19-20 ribu saja. Kami temukan di Kelurahan Pinang Kencana,” sebut Dewi.

Tidak ada kendala berat dalam implementasi kartu pembelian gas subsidi itu, yang membuat sedikit lama hanya pemetaan, harus survei ke pangkalan kemudian disesuaikan dengan RT dan RW terdekat.

“Itu saja yang membuat kita lama, kalau cetak kartu cepat 2-3 hari sudah selesai,” terangnya. Dewi menargetkan setiap bulannya ada penambahan dua kelurahan yang bisa diimplementasikan program tersebut, sehingga bisa menjadi percontohan nantinya oleh pangkalan lain yang belum menerima kartu. “Target kita Desember ini bisa menyasar ke 18 kelurahan agar terwakilkan,” tambahnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul