Zetizen

Taman Belajar Rakyat, Pengobat Kerinduan untuk Sekolah

Reporter : Diella Marfika Tama
Editor : Agnes Dhamayanti

Batampos.id – Aldawiyah Indriani yang lebih akrab disapa Alda, ialah seorang founder dari Taman Belajar Rakyat yang ternyata juga seorang mahasiswa di Universitas Negeri Malang. Ia mendirikan Taman Belajar Rakyat di Tanjung Uma ini pada 26 Juni 2021 ini lho!.

Tak banyak yang tahu tentang Taman Belajar Rakyat ini. Ternyata, di tempat ini banyak anak-anak putus sekolah yang menyambungkan harapannya dan mengobati kerinduan akan belajar layaknya di sekolah. Yap!

Motivasi Alda membangun Taman Belajar Rakyat ini karena miris melihat banyaknya anak-anak yang putus sekolah dengan berbagai faktor. Salah satunya adalah mereka yang tidak memiliki biaya pendidikan sehingga harus berhenti sekolah dan membantu ibunya berjualan. Ada juga yang datang ke Taman Belajar Rakyat ini menghilangkan kerinduan belajar di sekolah. Karena itu, Taman Belajar Rakyat terbuka untuk siapapun tanpa terkecuali, tanpa ada batas usia dan tidak dipungut biaya sepeserpun.

”Kegiatan ini kita buka untuk umum dan untuk batasan usianya itu tidak ada karena siapapun berhak belajar untuk menimbah ilmu. Kalau kata Ki Hajar Dewantara dimanapun kita berada, jadikan tempat adalah sekolah dan jadikan setiap orang adalah gurunya. Dan untuk pendaftarannya itu tidak ada syaratnya jadi semisal mereka ingin belajar ya udah datang aja,” kata Alda.

Taman Belajar Rakyat ini buka setiap hari Sabtu dan Minggu dari jam 09.00 WIB hingga 12.00 WIB, di TPQ Darul Fikri, RT 004 / RW 004, Tanjung Uma.

”Kegiatan yang dilakukan banyak sekali seperti mengajari mereka yang belum mengenal huruf, mengenalkan kebudayaan Indonesia, dan lebih tepatnya lagi menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada mereka. Untuk memulai kegiatan belajar, biasanya kita menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menyanyikan lagu-lagu daerah yang ada di Indonesia dan memberikan mereka waktu untuk mengeskpresikan diri agar mereka lebih percaya diri,’’ lanjutnya.

Adapun kesulitan yang dialami Alda ialah kurangnya partner dalam menjalankan kegiatan Taman Belajar Rakyat ini karena murid-muridnya beragam sehingga ia harus lebih sabar memahami sifat dan karakter mereka yang berbeda-beda, dan juga ruangan belajar yang relatif sempit. Tapi, Alda tetap bersyukur, tetap semangat, dan berterimakasih karena telah berkesempatan untuk mengajari mereka hal-hal yang baru.

”Pesan dari saya simple sih, Belajarlah hal-hal sederhana yang membuat hidup kita lebih bersyukur,’’ kata Alda lagi.

Nah, untuk teman-teman Zetizen yang tertarik berpartner dengan Alda di Taman Belajar Rakyat secara sukarela, bisa contact Alda di IG @aldawyhindrni yaa! (*)

 

“Belajar dengan Anak Usia Dini”

Reporter : Diella Marfika Tama
Editor : Agnes Dhamayanti

Pada anak usia dini tentunya yang ada dalam pikiran mereka adalah bermain. Padahal, belajar juga adalah hal yang wajib demi masa depan mereka. Maka dari itu, adanya metode belajar yang menyenangkan bisa bikin mereka betah belajar lho! Nah, tips-tips apa aja sih dari teman zetizen kita agar belajar bisa menyenangkan untuk anak usia dini? Yuk kita simak! (*)

F. Dok. Pribadi

Naura Atha Siregar
SMAN 8 Batam
@nauraaatha

Bagi saya, tergantung dengan guru atau aplikasinya. Kalau seru maka kami akan suka melihatnya dan bakal seru juga dalam pelajaran tersebut. Tapi kalau gurunya muram pasti kami akan takut untuk bertanya itu aja sih. (*)

 

 

F. Dok. Pribadi

Aulia Putri Siregar
Politeknik Negeri Batam
@auliawey_

Tips belajar yang menyenangkan dari generasi Z:
1. Belajar dengan versi dunia mereka.
2. Buat lah suatu kelompok yang mana mereka disuruh untuk menyelesaikan suatu masalah.
3. Penjabaran teori alangkah baiknya dijelaskan sebagaimana kita sedang bercerita hal yang seru. Bisa kita buat perandaian suatu hal yang mereka sukai.
4. Alangkah baiknya jika diperbanyak praktek langsung apa yang sedang dipelajari karena kenapa? Kalau keseringan bercerita pun lama-lama anak anak sekarang cepat bosan dan akan mengantuk.
5. Pesan buat yang mengajar dari saya, alangkah baiknya sebelum belajar ditanya dahulu mau metode seperti apa yang akan kita laksanakan, karena jika belajar dengan yang kita senangi pasti waktu belajar akan terasa singkat, dan akan selalu ingin lagi dan lagi untuk belajar.(*)

F. Dok. Pribadi

Warty Agustin
Universitas Internasional Batam
@wartyagstn

Untuk anak usia dini pembelajaran yang menyenangkan tapi tetap efektif perlu banyak melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti menanam kacang hijau menjadi toge. Kegiatan ini pasti menarik, karena anak-anak dapat melihat proses tanaman bertumbuh. Itu saja sih menurut saya. Yang utama adalah perbanyak kegiatan dibandingkan materi yang dihafal. (*)