Kepri

Tuntaskan Persoalan Listrik Pulau Buluh, Wahyu Wahyudin : Idealnya Kabel Bawah Laut dari Batam

Legislator Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin foto bersama warga Pulau Buluh di sela sela reses

batampos.id-Masyarakat Pulau Buluh, Kecamatan Bulang Lintang, Batam mendesak Pemerintah Daerah untuk menuntaskan persoalan listrik disana. Legislator Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin mengatakan, aspirasi tersebut disampaikan masyarakat di sela-sela kegiatan reses kedua pada masa sidang kedua ini.

BACA JUGA: PKM-M Polibatam Ubah Mangrove di Pulau Buluh Jadi Makanan Olahan

“Ada beragam persoalan yang saya tangkap selama reses masa sidang kedua ini. Masyarakat Pulau Buluh yang berada di wilayah pesisir menyamapikan dua persoalan. Pertama meminta pelayanan listrik disana pindah dibawah kendali bright PLN Batam. Kedua adalah perhatian yang diberikan perusahaan di Pulau Bulan yang tidak tetap sasaran,” ujar Wahyu Wahyudin, Selasa (31/8)

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari utusan Daerah Pemilihan (Dapil) Kepri VI (Kecamatan Sungai Beduk, Kecamatan Bulang, Kecamatan Nongsa, dan Kecamatan Bulang, dan Kecamatan Galang. Menurutnya, pada reses kali ini ia fokus di Kecamatan Nongsa dan Kecamatan Sungai Beduk. Karena pada reses masa sidang pertama pada Maret lalu fokus di Bulang dan Galang.

“Namun demikian, ketika masyarakat menyampaikan keluhan tetap saja masuk dalam daftar catatanya. Karena saya juga intens berkomunikasi dengan masyarakat di Dapil Kepri VI, meskipun tidak bertatap muka secara langsung. Sehingga banyak informasi yang diterima,” jelasnya.

Menurutnya, permasalah listrik di Pulau Buluh tersebut harus segera dituntaskan. Karena keluh kesah masyarakat adalah, ketika terjadi kerusakan proses perbaikan memakan waktu yang cukup lama. Ia mendorong persoalan ini ke Pemerintah Provinsi Kepri, karena persoalan listrik berada dibawah kewenangan Provinsi Kepri. Harapannya adalah adanya kabel bawah laut dari Sagulung ke Pulau Buluh.

“Kesalnya masyarakat Pulau Buluh, ketika bulan puasa ada saja masalah pelayanan listrik disana. Belum lagi ditambah perawatan berkala terhadap pembangkit diesel yang ada disana,” tegas pria yang akrab disapa Wahyudin tersebut.

Masalah lainnya yang turut dikeluhkan masyarakat disana mengenai limbah dari aktivitas peternakan milik Salim Group yang ada di Pulau Bulan. Masyarakat menuntut ada perhatian, karena selama ini yang mendapatkan hanya oknum-oknum tertentu.

“Kita berharap pihak perusahaan turun mengecek kondisi lapangan. Karena bau busuk yang tercium disaat musim utara atau waktu hujan sampai ke Sagulng, bukan hanya ke pulau-pulau sekitar,” tutupnya.

Gesa Vaksinasi Pelajar dan Umum
Berhubung reses digelar masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, Wahyu Wahyudin merancang sejumlah agenda khusus. Pertama adalah vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua untuk pelajar dan masyarakat umum. Menurutnya, program tersebut adalah untuk memafasilitasi masyarakat, sehingga lebih mudah mendapatkan pelayanan vaksinasi.

Menurutnya, lokasi vaksinasi pertama sudah dilaksanakan di SMK Negeri 6 Nongsa. Disebutkannya ada sekitar 500 pelajar yang mendaftar, namun karena disebabkan cuaca yang kurang bersahabat, hanya ada 230 pelajar yang ikut vaksinasi. Karena digesanya vaksinasi bagi pelajar adalah prasyarat sebelum diizinkannya belajar tatap muka di Provinsi Kepri.

“Program vaksinasi ini juga membantu percepatan program nasional. Alhamdulillah masyarakat juga sangat antusias memanfaatkan program ini. Kamis (2/9) nanti di Kabil akan diikuti 1.110 orang peserta vaksin. Untuk dosis pertama sebanyak 600 orang dan dosis kedua 510 orang. Jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac dan Moderna,” ujarnya.

Lebih lanjut katanya, target vaksinasi lewat reses ini adalah sebanyak 2.000 dosis. Selain vaksinasi ia juga akan menyebar 250 paket sembako untuk masyarakat yang dinilai kurang mampu yang berada di Kecamatan Nongsa dan Sei Beduk. Selain itu adalah menyebar 3.000 masker untuk masyarakat.

“Karena masih dalam situasi pandemi, saya juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengedepan protokol kesehatan. Terima kasih juga kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dan Dinkes Kota Batam serta Puskesmas yang terlibat dalam kegiatan vaksinasi ini,” tutupnya.(*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul