Bintan-Pinang

Warga Minta Kapal Penumpang Kembali Singgahi Pelabuhan Sribayintan, Kijang

Suasana pelabuhan Sribayintan, Kijang, yang terlihat sepi karena sudah setahun lebih kapal penumpang milik Pelni tidak masuk pelabuhan. F.Slamet Nofasusanto

batampos.id– Sejak April 2020, kapal Pelni yang mengangkut penumpang antara lain dari Jakarta, Surabaya, Medan dan daerah lain, tidak singgah di Pelabuhan Sribayintan Kijang, Bintan. Pada waktu itu, Bupati Bintan, Apri Sujadi mengirimkan surat ke Pelni agar menunda semua pelayaran kapal penumpang ke wilayahnya.

BACA JUGA: Pelni Tetap Angkut Penumpang

Alasannya, karena saat itu terdapat sejumlah penumpang kapal yang terdeteksi covid-19. Anggota Komisi I DPRD Bintan, Hasriawady mengatakan, sudah lebih setahun kapal penumpang milik Pelni tidak singgah di Pelabuhan Sribayintan, Kijang.

Akibat tidak singgahnya kapal penumpang membuat pekerja harian pelabuhan kehilangan penghasilan seperti tukang ojek, sopir taksi, kuli panggul atau porter dan pekerja harian lain.

Bahkan, pedagang yang berjualan di pelabuhan pun kehilangan penghasilan karena tidak ada aktivitas keluar masuk penumpang kapal.

“Masyarakat minta ke kita agar dibantu supaya kapal penumpang dibolehkan singgahi pelabuhan, biar ekonomi menggeliat kembali,” katanya ketika ditemui di Kijang, Selasa (31/8).

Lelaki yang akrab disapa Gentong ini juga mengatakan, di seluruh Indonesia hanya pelabuhan Sribayintan, Kijang yang tidak disinggahi kapal penumpang. Sementara pelabuhan Batam sudah melayani penumpang kapal Pelni.

“Bayangkan masyarakat yang hendak ke Bintan harus turun di Batam, naik taksi  ke Telagapunggur, menyeberang ke Bintan. Risiko tertular justru lebih besar, mendingan mereka langsung ke Kijang,” tuturnya.

Terkait hal ini, Hasriawady mengatakan, sudah dua kali melakukan koordinasi dengan pihak Pelni, pihak Pelindo dan Syahbandar Kijang. “Mereka siap kapan saja melayani masyarakat kalau kapal penumpang sudah dibolehkan masuk pelabuhan,” katanya.

Namun yang menjadi kendala karena surat Bupati Bintan yang meminta kapal penumpang tidak masuk ke wilayahnya pada waktu itu belum dicabut. “Saya akan komunikasi dengan pak Roby,” katanya.

Dia berharap, surat Bupati Bintan yang menunda kapal penumpang masuk pelabuhan Sribayintan, Kijang pada waktu itu bisa dicabut sehingga kapal penumpang milik Pelni bisa kembali masuk ke pelabuhan Sribayintan, Kijang. (*)

Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul