Kepri

Alex Jembatani Warga yang Sulit Dapat Vaksin

Alex Guspeneldi foto bersama warga saat reses

batampos.id– Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Alex Guspeneldi jembatani layanan vaksinasi untuk konstituennya yang sulit mendapat antrean. Keluhan itu banyak diterima selama reses dari masyarakatnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan dari empat kecamatan yang didatanginya saat reses, aspirasi yang paling banyak diterimanya dari konstituennya di Batam adalah mengenai kesulitan mendapatkan vaksinasi dan masalah keuangan pada masa pandemi covid-19.

BACA JUGA: Bersama Relawan, Rudy Chua Gelar Vaksinasi dan Perhatikan Kebutuhan Pasien Isoman

“Masalah kena pecat dari pekerjaan, sulit dapat vaksin, tak ada uang,” kata Alex, Rabu (1/9). Mendengar keluhan itu, tentunya Alex tidak tinggal diam, Anggota Komisi IV DPRD Kepri ini mencoba menjembatani warganya untuk mendapatkan vaksinasi yang saat ini memang dibutuhkan. Selain untuk kesehatan juga sudah menjadi kebutuhan wajib untuk syarat perjalanan.

“Kita fasilitasi vaksinasi, vaksinnya dari Pemprov pelaksananya di Kota Batam dibantu pengusaha dan organisasi masyarakat,” jelasnya.

Setidaknya setelah menerima aspirasi itu, sekitar 4.000 warganya bisa mendapatkan vaksinasi, karena menurut legislator yang membidangi kesehatan dan pendidikan itu, program vaksinasi memang sedang digesa di semua daerah namun yang jadi kendala ketersediaan stok vaksin yang mulai terbatas, sehingga banyak warga yang belum menerima suntik.

“Reaksinya sangat senang, mereka merasakan keberadaan kita memfasilitasi, mereka yang sudah antre sejak jam 5 subuh tapi tak dapat vaksinasi. Alhamdulillah sudah selesai,” ungkapnya.

Kemudian, keluhan masyarakat yang kesulitan uang, Alex mencoba carikan solusi mencari anggaran di Pemprov Kepri untuk dibelikan beras dan kebutuhan pokok yang selanjutkan disalurkan untuk warganya yang memang kesulitan di tengah pandemi saat ini. Juga mencari sponsor di perusahaan untuk memberikan sembako.

“Insyaallah dengan jaringan yang kita miliki dengan pemerintah ataupun pengusaha warga menjadi terbantu,” tambahnya.

Selain vaksinasi dan keuangan, Alex juga tengah berupaya melengkapi fasilitas di SMAN 27 Batam yang saat ini masih sangat minim, mulai dari sarana dan prasarana penunjang pembelajaran hingga kekurangan tenaga pendidik yang sekarang diupayakan agar segera bisa dilengkapi.

Memang SMAN 27 Batam itu baru selesai dibangun pada 2018 lalu, potensi siswa di sekitar cukup tinggi mencapai 3.000 siswa. Pihaknya mendorong bagaimana sekolah itu layak menjadi sebuah sekolah yang lengkap dengan sarana prasarana.

“Lokal, guru, labor atau ruang praktek semuanya masih minim, kita kejar anggaran di Pemprov,” terangnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul