Metropolis

Erliani, Ketua RW Perempuan Pertama di Kampung Harapan Tanjunguncang

Erliani

batampos.id-Erliani, 38, adalah perempuan pertama yang menjabat ketua Rukun Warga (RW) 03 Kampung Harapan, Tanjunguncang, Batuaji. Perempuan kelahiran Binjai, Sumatera Utara ini baru menjabat 1 tahun sebagai RW menggantikan ayahnya yang sudah menjabat 4 periode. Karena tidak boleh lagi menjabat sebagai RW menurut aturan, akhirnya Erliani mencalonkan diri dan ternyata terpilih.

BACA JUGA: Badarudin Terpilih jadi Ketua RW 01 Kelurahan Tanjunguban Selatan

Menurut Erliani saat ditemui di Kantor Keluarahan Tanjunguncang, Kampung Harapan masuk wilayah rumah liar (Ruli) yang berpenduduk 750 kepala Keluarga dan memiliki 1.800 jiwa. Dan memiliki 5 Rukun Tetangga (RT). ”Dan dulu namanya Gang Musola sebelum menjadi Kampung Harapan. Setelah digusur berubah menjadi Kampung Harapan dari 14 tahun lalu,” tuturnya, Selasa (30/8).

“Saya jadi RW ini dengan keinginan saya sendiri yang mau memajukan warga dan Kampung Harapan. Dulu pernah memang saya disuruh ayah sebagai sekretaris RW saat ayah saya menjabat ketua RW,” sebutnya lagi.

Masih kata perempuan 38 tahun ini, karena orangtuanya sudah pernah RW, jadi cara memimpin warga ia jadi paham dengan cara, mendekati warga, cara menyelesaikan masalah warga, melobi pemerintah dan cara kerja sama dengan orang luar. ”Saya belajar dari ayah,” sebutnya.

Prinsip ibu yang memiliki anak 19 tahun ini membantu warga itu harus tuntas jangan setengah-setengah. ”Melihat warga senang kita ikut senang. Bila saya tidak sibuk selalu keliling bertanya dan menyapa warga apa yang dikeluhkan. Selain itu saya membuat group whatsapp di situlah wadah untuk mencari informasi,” tutur ibu rumah tangga ini.

Erliani saat rapat dengan warganya

Hanya Erliani, perempuan yang menjabat ketua RW perempuan di Kelurahan Tanjunguncang. Dituturkannya, saat pemilihan Ketua RW, dia memperoleh 221 suara dari DPT 450 lebih. ”Saingan saya semua laki laki ada empat orang,” bebernya sambil menyebutkan bahwa ia menjadi Ketua RW sudah direstui suaminya dari awal

Ketua RW ke-4 ini memiliki wilayah dari Ruli Kampung Harapan sampai Rusun Fanindo, Masjid Sultan dan kampus Hidayatullah Tanjunguncang. Masih kata Kabaghumas FKTW Tanjunguncang ini, bila warga salah saya lebih garang ke warga. ”Bila warga salah ya saya salahkan bila warganya benar ya saya benarkan tidak ada pandang bulu,” ucapnya.

Paling tak enak saat tugas, ujarnya, fokus mengurusin rencana penggusuran rumah, karena harus fokus berunding dan mendata warga yang terdampak penggusuran. (*)

Reporter : Dalil Harahap
Editor : Tunggul