Lingga

Pembangunan Bendungan Jelutung di Lingga Masuk Agenda Pusat

Muhammad Nizar mengikuti rapat agenda pengembangan wilayah dan percepatan pembangunan infrastruktur Provinsi
Kepulauan Riau, secara virtual

batampos.id– Bupati Lingga Muhammad Nizar mengikuti rapat dengan agenda pengembangan wilayah dan percepatan pembangunan infrastruktur Provinsi Kepulauan Riau yang dibuka Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan didampingi oleh Menteri Agraria, Menteri Pariwisata, Menteri Perhubungan, dan Menteri PUPR secara virtual di ruang pertemuan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), Kamis (02/09/2021).

BACA JUGA: Neko Wesha Pawelloy Lantik 75 Kades Terpilih se-Lingga

Saat rapat, Bupati Lingga didampingi Plt Kepala Bapelitbang, Nelawati, Plt Kepala Dinas PUPR, Novrizal, Kepala Dinas Perhubungan, Selamat, Kepala Kesbangpol, Armia dan perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim).
Plt Kepala Bapelitbang, Nelawati mengatakan khusus untuk Kabupaten Lingga, usulan pembangunan yang masuk pada agenda pusat adalah perencanaan bendungan Jelutung.

“Rencana pemenuhan air baku ini memang sudah lama jadi perencanaan daerah, sejak bupati kemarin, dan sudah masuk pada agenda pusat,” kata Nela usai rapat. Perencanaan ini, kata Nela selain untuk pemenuhan suplai air ke Kota Batam, bisa berguna nantinya untuk pembangkit tenaga listrik. Selain itu, menurut Nela di tengah rapat berlangsung tadi, sekilas disinggung terkait untuk pembangunan/pengembangan terumbu karang, dan mangrove yang masuk pada agenda pusat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Tadi ada singgung, meski tidak ada dalam agenda rakor, jadi kita ada masuk dua usulan pembangunan pemenuhan air baku Jelutung, sama agenda dari kementerian kelautan dan perikanan tadi,” jelas dia.

Untuk agenda peningkatan jalan, maupun infrastruktur lainnya belum masuk pada agenda pusat. Sementara Plt Kepala Dinas PUPR, Novrizal saat dihubungi mengatakan secara teknis usulan
pembangunan bendungan di Jelutung sudah disiapkan baik itu Detail Engineering Design (DED), Analisis Dampak Linggkungan (AMDAL), menyusul Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) dalam penyusunan.

“Sudah hampir siap semua, dan masih pada tahap pengurus LARAP,” jelas dia. Setelah proses itu semua selesai, daerah masih melalui satu proses tahapan lagi yakni pembebasan lahan.

“Setelah selesai baru nanti, tergantung pusat apakah ini disetujui untuk proses pembangunannya terang Novrizal. Bupati Lingga menekankan agar dinas/badan terkait, untuk serius mengerjakan, dan dikemas secara matang. Dia berharap usulan agenda perencanaan ini dapat terealisasi dari pusat.

Kabupaten Lingga, dengan sumber daya air yang melimpah ruah, tentu akan menjadi potensi yang sangat potensial untuk dikembangkan. Kekayaan ini tentu harus termanfaatkan, agar berdaya guna bagi kehidupan banyak orang. Tidak hanya berguna bagi Kota Batam, tapi secara aspek finansial, akan memperoleh omset untuk daerah sendiri, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Semoga ini terealisasi, dan kita memang meminta dinas atau badan terkait agar untuk memperhatikan hal ini” kata Nizar. (*)

Reporter: Maliki
editor: tunggul