Zetizen

Siap Bertugas untuk Mengabdi kepada Negeri

Batampos.id – PASUKAN Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka digagas sejak 1946 oleh Mayor Husein Mutahar. Pengibaran bendera pusaka dilakukan pemuda dari seluruh Indonesia sebagai simbol generasi penerus perjuangan bangsa. Hafiz Habibullah menjadi satu di antara 68 Paskibraka Nasional pada upacara HUT Ke-76 RI. Pelajar SMK Muhammadiyah 1 Pandaan itu berhasil lolos seleksi nasional, setelah perwakilan terakhir dari Pasuruan 29 tahun yang lalu. Tentu, prestasi itu patut diapresiasi.

’’Awalnya, aku direkomendasikan sekolah untuk mengikuti seleksi di kabupaten dan lolos. Kemudian, aku mewakili kabupaten untuk seleksi di tingkat provinsi. Seleksi provinsi sendiri cukup ketat seperti wawancara, PBB (peraturan baris berbaris), dan latihan fisik,’’ ungkap Hafiz. Setelah melewati proses seleksi yang panjang, dia berhasil masuk nominasi untuk seleksi di tingkat nasional dan terpilih mewakili Jawa Timur bersama Anggita Larasati.

’’Aku berlatih siang dan malam. Latihan fisik dan PBB dipantau sama PPI Kabupaten Pasuruan. Setiap hari aku wajib lari minimal 2 kilometer, push-up 1 menit, dan sit-up 1 menit. Selain itu, aku mempelajari psikologi dan wawasan kebangsaan,’’ tutur Hafiz. Jangka waktu proses seleksi hingga bertugas kurang lebih lima bulan, dari April hingga Agustus. Begitu sampai di Jakarta, petugas yang terpilih berlatih bersama dan mencoba berbagai posisi untuk dinilai para pelatih.

PRESTIGE: Hafiz Habibullah dari SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Pasuruan, menjadi salah seorang anggota Paskibraka Nasional pada upacara HUT Ke-76 RI.

Hafiz dipercaya untuk bertugas di tim 8, yakni pasukan penurunan bendera Sang Saka Merah Putih. Dia berkesempatan untuk bertemu dengan Presiden Jokowi dan Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri saat dilantik sebagai Duta Pancasila. Kali pertama masuk Istana Merdeka menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Hafiz. Seketika dia teringat seluruh perjuangan pahlawan terdahulu. Hafiz juga senang bisa bertemu kawan baru dari seluruh daerah di Indonesia.

FOTO-FOTO: Hafiz Habibullah FOR ZETIZEN

Sebagai siswa, Hafiz harus pandai membagi waktu untuk belajar dan berlatih. ’’Karena latihan Paskibraka siang, aku belajar pagi sebelum latihan, dan setelah latihan Paskibraka, aku istirahat,’’ jelasnya. Ditambah, ketika bulan puasa kemarin, dia harus tetap berlatih fisik. ’’Itu jadi salah satu tantangan bagiku. Lari siang, haus, tapi harus tetap menjalankan ibadah. Bersyukur, orang-orang terdekat support aku untuk tetap semangat melewatinya,’’ tambahnya.

Pemuda asli Pasuruan itu ternyata juga gemar berolahraga dan merupakan seorang atlet badminton. Dia biasa olahraga saat pagi, istirahat saat siang, dan kembali latihan di GOR saat malam. Meski baru mulai aktif satu tahun yang lalu, Hafiz berlatih dengan keras agar bisa memperoleh prestasi yang membanggakan. ’’Setelah dinyatakan lolos Paskibraka, sudah tiga bulan nggak latihan badminton. Sekarang jadi kepengin banget main lagi,’’ ungkapnya.

Sebagai anggota Paskibraka, Hafiz punya impact yang besar untuk memberikan contoh yang baik kepada anak muda lainnya. ’’Kami berusaha merangkul teman-teman untuk bisa melakukan hal positif bersama dalam membangun Indonesia. Aku berharap anak muda Indonesia bisa menjalani hidup dengan menanamkan nilai Pancasila,’’ tandas Hafiz. Terus gelorakan semangat nasionalisme! (elv/c12/lai)

 

“Impianku Menjadi Paskibraka”

Reporter : Sonia Novi
Editor : Agnes Dhamayanti

Sebuah kebanggaan bisa menjadi pasukan pengibarbendera (Paskibraka) di istana merdeka Jakarta saat perayaan hari Kemerdekaan indonesia. Mereka adalah orang-orang terpilih yang mewakilinya daerahnya. Seleksinya cukup ketat dan panjang karena harus melewati proses seleksi dari tingkat kota, provinsi hingga ke nasional. Wah betapa bangganya orang tua ya, jika anaknya bisa menjadi bagian dari salah satu pengibar bendera ini! EiTS! Seperti apa sih tanggapan anak millenial yang belum kesampaian ingin menjadi salah satu dari mereka? Yuk simak! (*)

F. Dok. Pribadi

Dellia Putri Dwi Oktarina
MA USB Filiall MAN Batam / MAN 2 Batam
@dellaaakk

MENJADI paskibra merah putih di hari kemerdekaan adalah impian semua pemuda, menjadi orang terpilih dari sekian banyaknya pemuda di nusantara untuk mengibarkan bendera pusaka. ini merupakan kebanggaan tersendiri yang pasti akan selalu dikenang. Begitu juga dengan saya, rasanya ingin sekali menjadi anggota Paskibraka. Saat ini saya berusaha aktif dalam kegiatan baris-berbaris di sekolah. Semoga tercapai.(*)

F. Dok. Pribadi

Bismi Anisa
MAN 2 Batam
@bismyyanisaa

BAGI teman-teman yang belum kesampaian tetap semangat dan jangan mudah putus asa karena rezeki sudah diatur masingmasing. Awalnya saya juga merasa tidak cukup yakin untuk lulus, tapi saya tetap berusaha berjuang saat seleksi, selalu memberikan yang terbaik dan meminta doa dari orang tua.

Capek itu pasti tapi demi kesuksesan pengibaran harus tetap semangat, sangat sedih tidak bisa bertemu bersama orangtua dikarenakan pandemi tapi saya senang bertemu dengan teman-teman baru, mendapatkan ilmu, dan pengalaman yang sangat berharga. (*)

F. Dok. Pribadi

Youlanda Sol Wulandari
SMAN 5 Batam
@youlandawlndr

SIAPA sih yang gak mau jadi anggota pengibar bendera atau paskibraka? Pasti sebagian orang pernah bermimpi jadi salah satu bagiannya. Tapi untuk jadi salah satu bagian dari paskibraka juga gak gampang.

Ada banyak persyaratan yang emang harus dipenuhi dan selain itu seleksi nya juga gak segampang yang dibayangin, ada proses panjang yang harus dijalanin sampai akhirnya terpilih menjadi paskibraka. Menurutku, turut ikut serta dalam seleksi paskibraka dan apalagi bisa terpilih menjadi paskibraka itu adalah suatu kebanggaan tersendiri sih, apalagi perjuangannya yang emang gak gampang. (*)

F. Dok. Pribadi

Ayu Admaningsih
Universitas Malikussaleh Pendidikan Dokter
@ayuadmaningsihh

MENJADI anggota paskibra adalah suatu hal yang membanggakan, bagaimana tidak kita dilatih untuk mencintai indonesia dan salah satu upaya dalam bentuk bela negara. Seleksi untuk menjadi anggota paskibra juga tidak jauh berbeda dengan seleksi abdi negara, mulai dari akademik, mental, bahkan fisik.

Ketika kita di nyatakan lolos untuk menjadi seorang paskibra di tingkat kota, provinsi atau bahkan nasional rasanya mengharukan sekali, sebab banyak proses yang sudah di lewati. Tetapi buat yang belum rezeki untuk menjadi anggota paskibra, pasti rasanya campur aduk. Kegagalan bisa berupa tinggi badan yang tidak sesuai, berat badan, cacat tubuh atau bahkan nilai akademik yang tidak mencukupi. mungkin sudah takdir tidak menjadi anggota paskibra. Tetap semangat teman-teman. Masih banyak jalan menuju roma. (*)