Kepri

Prioritaskan Program Seminsasi Jalan, Kamarudin Ali juga Perjuangkan Infrastruktur Strategis di Lingga

Kamarudin Ali saat menggelar reses

batampos.id-Legislator Komisi I DPRD Provinsi Kepri utusan Daerah Pemilihan (Dapil) Kepri II (Bintan-Lingga), Kamarudin Ali berkomitmen untuk memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan disejumlah lokasi di Kabupaten Lingga. Menurutnya, salah satu prioritasnya adalah seminisasi jalan yang memungkin lewat program pokok pikiran (Pokir )dewan.

“Salah satu persoalan mendesak adalah membangun akses jalan semenisasi menuju sekolah menggunakan dana aspirasi.
Sesuai harapan dan penyampaian aspirasi warga akan pentingnya pembangunan akses jalan semenisasi menuju sekolah yang saat ini dinilai cukup serius,” ujar Kamarudin Ali, Jumat (3/9)

Politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan tersebut diharapkan masyarakat setelah berdiskusi lewat reses di Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Rabu (1/9) lalu. Ditegaskannya, usulan masyarakat tersebut menjadi atensi baginya untuk diwujudlkan. Apa lagi panjangnya tidak mencapai kiloan meter sehingga dengan menggunakan anggaran dana Aspirasi Dewan saja sudah cukup untuk dikerjakan.

Pria yang akrab disapa Wak Den tersebut juga mengatakan, selain membuat program seminasasi jalan,setiap usulan atau aspirasi yang disampaikan baik secara langsung oleh masyarakat melalui Kepala Desa (Kades), semua ditanggapi dengan baik dan dipastikan akan dibahas pada rapat sidang di lembaga nanti pada gelar rapat sidang pertanggungjawaban DPRD nanti.

“Semua aspirasi yang disampaikan bapak/ibu akan kita bahas di rapat sidang nanti. Dan yang terpenting setiap usulan atau aspirasi yang dijabarkan ini harus disertai dengan data pendukung sesuai kebutuhan yang jelas dan akurat. Agar dalam pembahasan nantinya memperkuat argument kita dalam pembahasan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mantan Ketua DPRD Kabupaten Lingga memaparkan, Kabupaten Lingga memang butuh banyak perhatian pembangunan dibidang infrastruktur. Melalui reses inilah, ia berharap mendapatkan banyak masukan strategis. Sehingga akan memperjuangkan harapan ini lewat pembahasan anggaran dengan Pemerintah Provinsi Kepri.

“Yang terpenting adalah semua aspirasi ini mendapatkan atensi dari Pemerintah Provinsi Kepri, khususnya Pak Gubernur. Karena jika mengandalkan APBD Kabupaten Lingga pembangunan akan bergerak lambat, tentu butuh campur tangan dari Pemprov Kepri,” tegasnya.

Disebutkannya, struktur APBD Provinsi Kepri itu terdiri dari tiga komponen. Pertama adalah masukan dari Gubernur sebagai Kepala Daerah. Kedua masukan dari hasil Musyarawah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan masukan dari aspirasi dewan. Sebagai wakil rakyat memang diberikan jatah aspirasi. Namun dengan kapasitas yang terbatas, tentu belum bisa mengcover semua harapan masyarakat.

“Kebutuhan-kebutuhan pembangunan yang sifatnya mendesak dan membutuhkan anggaran besar. Tentu akan kita bawa dalam rapat pembahasan anggaran dengan Pemerintah Provinsi. Sehingga yang memang menjadi kewenangan provinsi dapat diwujudkan ditengah-tengah masyarakat. Seperti pembangunan jalan Provinsi, pelabuhan atau infrastruktur lain yang berkaitan dengan kewenangan Pemprov Kepri,” tutupnya. (*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul