Kepri

Sirajudin Desak Pemerintah Daerah Gratiskan Seragam Sekolah, Khusus Warga Berpenghasilan Rendah

Sirajudin Nur

batampos.id-Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kepri yang membidangi masalah pendidikan menengah (SMA/SMK), Sirajudin Nur mendesak Pemerintah Provinsi Kepri untuk menggratiskan biaya seragam sekolah khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau masyarakat rentan miskin terdampak Covid-19. Menurutnya, sejumlah bidang sudah memiliki program ditengah-tengah pandemi ini.

BACA JUGA: Sirajudin Nur Apresiasi Kinerja TNI-Polri di Kepri yang  Turut Fasilitas Pelaksanaan Vaksinasi

“Kita sudah melihat Pemprov Kepri mulai menyalurkan program bantuan sosial. Mulai dari santunan bagi ahli waris yang keluargnya meninggal disebabkan Covid-19. Kemudian untuk bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan segera dimulai programnya,” ujar Sirajudin, Sabtu (4/9)

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut sangat mengharapkan, Pemprov Kepri melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri sebagai leading sektor dibidang pendidikan ini harus memberikan atensi terhadap bantuan pendidikan ini. Mengingat, banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan yang disebabkan tutupnya usaha atau tempat bekerja pengaruh dari pagebluk Covid-19.

“Saya merayu Pemerintah untuk mendanai seragam sekolah gratis khusus kepada siswa dari keluarga kurang mampu atau berpenghasilan rendah untuk mengurangi beban hidup mereka,” harapnya.

Disebutkannya, bagi penanganan Covid-19 Pemprov Kepri sudah membuat pengalihan anggaran sekitar Rp186 miliar. Atas dasar itu, ia berharap sebagian dana penangangan Covid-19 tersebut dapat digunakan untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat ditengah Pandemi. Salah satu bentuk ketahanan ekonomi masyarakat ditengah pandemi ialah dengan mengurangi beban untuk kebutuhan dasar masyarakat termasuk biaya pendidikan.

“Bayangkan, dengan penghasilan kurang dari Rp4 juta, dan harus membayar biaya seragam rata-rata sebesar Rp1,4 juta di SMA/SMK, dan belum termasuk harus membeli peralatan sekolah, saya kira ini sangat memberatkan keuangan masyarakat ditengah kesulitan ekonomi seperti saat ini,” jelasnya.

Karena itu, Sirajudin meminta Gubernur dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dapat segera mengambil kebijakan untuk membantu masyarakat khususnya para siswa dari keluarga kurang mampu dengan mengalihkan sebagian dana penanganan Covid-19 untuk kebutuhan tersebut.

“Mungkin untuk digratiskan semua tidak mungkin, karena kemampuan keuangan daerah kita juga terbatas. Tapi saya yakin jika anggaran untuk membantu biaya seragam sekolah khusus siswa kurang mampu, masih cukup tersedia,” tutup Sirajudin. (*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul