Kepri

Kepri Berjaya Tekan Penyebaran Covid-19, Angka Konfirmasi Positif Terus Mengecil

Pelaksanaan vaksin terus digesa pemprov kepri

batampos.id-Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dibawah kendali Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Provinsi ini. Beragam ikhtiar sudah dilakukan, mulai dari menerapan protokol kesehatan (protkes), membatasi aktivitas masyarakat, dan mempercepat proses vaksinasi. Kerja keras tersebut mulai tampak, parameternya bisa dilihat dari semakin kecilnya angka konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi ini.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengklaim saat ini positivity rate di Kepri sudah mencapai 3,06 persen. Menurutnya, Apabila mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan standar positivity rate Covid-19 di bawah 5 persen, berarti Provinsi Kepri berhasil dalam menekan penyebaran Covid 19 di daerah. Karena capaian positivity rate Kepri per 4 September 2021 lalu sudah mencapai 3,06 persen.

vaksin untuk pelajar

Bagi Gubernur, semakin rendah positivity rate suatu daerah menunjukkan juga jumlah orang yang dites semakin banyak dan menunjukkan pelacakan kontak yang memadai. Ia berterima kasih kepada seluruh Satgas Covid, tenaga medis, TNI/Polri, Kejaksaan, tokoh-tokoh masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendedikasikan seluruh tenaga dan pikirannya untuk secara bersama-sama dalam menanggulangi Covid 19 di Kepri. Karena keberhasilan ini, tentunya tidak lepas dari kerja keras bersama.

Gubernur berharap meski capaian positivity rate sudah menurun drastis namun masyarakat diminta tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Harus tetap dijalankan protokol kesehatan. Ia sangat berkepentingan terciptanya Kepulauan Riau yang sehat agar bisa fokus pada kerja untuk membangun Kepri yang lebih baik. Dari data yang masuk, capaian positivity rate Provinsi Kepri mencapai 3,06 persen.

Gubkepri saat meninjau vaksinasi yang ditaja Kejati Kepri

Sementara capaian positivity rate Kabupaten/Kota se Provinsi Kepri diantaranya Kabupaten Bintan 7,16 persen, Tanjungpinang 7,7 persen,  Natuna 7,87 persen, Batam 1,48 persen, Karimun 7,52 persen, Lingga 15,73 persen dan Anambas 14,86 persen. Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengajak Pemerintah Kabupaten/Kota untuk terus bekerja keras menjaga situasi daerah, mengajak masyarakat untuk selalu mendukung kebijakan Pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 menjadi semakin masif di Provinsi Kepri ini.

Mantan Bupati Bintan tersebut juga mengatakan, sebagai bukti bahwa Pemerintah Daerah hadir di tengah-tengah masyarakat, pihaknya tidak hanya fokus dalam hal penanganan dan pencegahan Covid-19 saja di Provinsi ini. Lewat program-program terancang, ia bersama perangkat-perangkat daerah di Provinsi Kepri juga berupaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah lewat bantuan bagi pelaku UMKM. Kemudian juga menyediakan bantuan sosial bagi yang terpapar dan santunan bagi keluarga pasien Covid-19 yang meninggal.

Kepri Mendekati Zona Hijau
Kecilnya angka konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kepri berimplikasi pada status tujuh kabupaten/kota di Provinsi ini.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri menetapkan empat daerah di Provinsi Kepri berstatus sebagai zona kuning. Keempat daerah tersebut adalah Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Kemudian untuk Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Natuna berstatus zona oranye.

Menurut Gubernur, untuk menjadikan Kepri sebagai zona hijau memang membutuhkan kerja ekrtra bersama. Namun itu bukan merupakan sesuatu yang mustahil. Ia yakin, usaha-usaha bersama bisa mewujudkan keinginan tersebut. Dipaparkannya, berdasarkan ketentuan WHO ambang batas minimal untuk ditetapkan sebagai zona hijau adalah angka konfirmasi positif Covid-19 adalah lima persen. Sedangkan Provinsi Kepri saat ini, sudah di bawah ambang batas tersebut. Diakuinya memang, untuk masing-masing Kabupaten/Kota masih di atas lima persen.

Gubernur tetap optimis, atas kerja keras yang dilakukan sekarang ini, semua Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri akan menyandang status zona hijau beberapa waktu kedepan. Baginya, ini menunggu waktu saja, Provinsi Kepri akan ditetapkan sebagai zona hijau oleh Pemerintah Pusat. Namun demikian, keingian ini akan urung terwujud, apabila tidak mendapatkan dukungan dari semua pihak, termasuk elemen masyarakat.

Dijelaskannya, yang harus sama-sama dipahami adalah mengenai apa itu positivity rate? Adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. Penelusuran yang lemah terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 menyebabkan tes  swab sedikit, dan potensial banyak orang tanpa gejala yang berkeliaran. Namun dengan angka-angka yang ada, menunjukan proses tracing sudah dilakukan dengan maksimal oleh Satgas di lapangan.

Ditambahkannya, untuk menentukan levelisasi daerah, tentunya berdasarkan kepada penurunan jumlah kasus terkonfirmasi, penurunan Bed Ccupancy Rate (BOR) atau keterpakaian tempat tidur di rumah sakit. Disebutkannya saat ini, hampir semua daerah BOR tersebut angkanya dibawah 40 persen. Selain itu, zonasi sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri rata-rata sudah kuning.

Vaksinasi Adalah Benteng Melawan Pandemi
Vaksinasi Covid-19 adalah salah satu upaya kongkrit yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepri untuk menjaga ketahanan masyarakat. Menurut Gubernur, vaksinasi bisa menjadi benteng melawan pandemi Covid-19. Atas dasar itu, ia memberikan apresasi kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam menggesa proses vaksinasi di Provinsi Kepri. Vaksinasi ini menunjukan bahwa Pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat.

Gubernur menjelaskan, tujuan dari program ini adalah untuk memperkuat ketahanan diri, sehingga bisa menjadi benteng dalam melawan penyebaran pandemi Covid-19 di Provinsi Kepri. Gubernur mengapresiasi atas upaya yang dilakukan semua pihak, TNI, Polri, dan semua pihak yang sudah bahu membahu untuk menekan lajunya penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri ini. Diakui Gubernur, untuk mencapai target vaksinasi yang sudah ditetapkan, perlu kerja keras bersama semua pihak.

Dijelaskan Gubernur Ansar, Presiden Joko Widodo berulang kali menginstruksikan golongan lansia harus diprioritaskan mendapatkan vaksin Covid-19. Hal ini karena lansia merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak yang ditimbulkan dari infeksi virus tersebut. Pria yang pernah duduk sebagai wakil rakyat di Senayan, Jakarta tersebut memamparkan, vaksinasi memang tidak menjamin seseorang tidak akan terjangkit virus Covid-19, akan tetapi dengan vaksin efek yang dialami akan jauh lebih ringan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina berkisah tentang laju vaksinasi di Provinsi Kepulauan Riau. Kepri terus mempercepat vaksinasi baik dosis pertama dan kedua untuk mempercepat terbentuknya herd immunity. Juga mempercepat vaksinasi untuk anak-anak usia 12-17 tahun sebagai persiapan pembelajaran tatap muka. Apalagi saat ini, Provinsi Kepri yang tertinggi ketiga suntikan vaksinnya, setelah Jakarta dan Bali. Baginya, ini ikhtiar bersama melawan Covid-19, membentuk kekebalan komunal, sehingga aktivitas bisa kembali meningkat dan menggerakkan ekonomi.

Menurut Wagub Marlin, suntikan vaksin dosis pertama di Kepri sudah mencapai 75,31 persen. Sudah sebanyak 1.034.250 warga Kepri yang mendapat dosis pertama. Sementara untuk dosis kedua sudah 461.385 orang atau 33,60 persen yang divaksin. Sementara untuk anak-anak usia 12-17 tahun total capaian suntikan dosis pertama hingga 2 September 2021 lalu mencapai 67,27 persen arau sebanyak 139.686 orang. Sementara untuk dosis kedua sudah mencapai 50.836 orang atau 24,48 persen.

Wagub Marlin yakin target capaian 100 persen akan segera diraih. Baik dosis untuk anak-anak maupun untuk usia di atas 18 tahun. Ini semua bisa berhasil karena kerja bersama seluruh komponen masyarakat Kepri. Termasuk antusias masyarakat Kepri untuk divaksin. Disebutkannya, total sasaran vaksinasi di Provinsi Kepri  untuk usia 18 tahun keatas adalah sebanyak 1.373.372 jiwa. Kemudian untuk usian 12-17 tahun sebanyak 207.663 jiwa. (*)

Reporter: Cipi Ckandina