Kepri

Tengku Afrizal Dachlan Sisir Wilayah Pesisir, Turun Bawa Bantuan Sembako

batampos.id-Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kepri, Tengku Afrizal menyisir wilayah pesisir di Daerah Pemilihan (Dapil) Kepri VI Batam. Menurutnya, banyak aspirasi masyarakat yang diserap dan menjadi bahan untuk perjuangan dalam pembahasan anggaran dengan Pemerintah Provinsi Kepri.

BACA JUGA: Menampung Aspirasi Warga, DPRD Kepri Menyebar ke Dapil

“Reses adalah kegiatan rutin bagi setiap anggota dewan, karena dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Bagi saya ini formalitas saja, karena sejatinya turun ditengah-tengah masyarakat tidak harus menunggu waktu reses,” ujar Tengku Afrizal Dachlan, Senin (6/9).

Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Kepri utusan Dapil Kecamatan Sei Beduk, Kecamatan Galang, Kecamatan Bulang, dan Kecamatan Nongsa. Disebutkannya, ia sudah memulai reses sejak pada 24 Agustus 2021 lalu. Diakuinya, meskipun ditengah keprihantinan pandemi Covid-19. Diakuinya, keluhan masyarakat pada umumnya ada mengenai kesulitan ekonomi. Karena banyak yang kehilangan mata pencaharian yang disebabkan tutupnya tempat kerja.

“Makanya setiap turun reses, saya bersama tim membawa bantuan sembako. Meskipun jauh dari yang diharapkan, namun setidaknya kita bisa saling menguatkan ditengah kondisi yang tidak menentu ini,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, untuk masyarakat wilayah pesisir adalah berprofesi sebagai nelayan. Tentu harapan masyarakat disana adanya bantuan alat tangkap bagi nelayan. Apalagi disaat pandemi ini, rumah makan atau restauran yang bisa menampung hasil tangkapan nelayan juga terdampak Covid-19. Sehingga turut kesulitan untuk menampung hasil tangkapan tersebut.

Selain itu juga menyangkut layanan transportasi laut. Kemudian mengenai masalah layanan listrik, secara bertahap sudah mulai terpenuhi. Tentunya, tidak lepas dari aspirasi yang telah disampaikan. “Namun kendala lainnya adalah untuk pelayanan pemasangan sambungan. Kita akan suarakan ini, sehingga lewat program pemerintah daerah bisa menjawab keluhan tersebut,” jelasnya lagi.

Selanjutnya, mengenai pembangunan infrastruktur, misalnya seminisasi jalan, penerangan rumah ibadah yang masih bida dicover lewat program pokok pikiran (pokir) yang ia miliki. Namun dengan kapasitas yang terbatas, tentunya tidak semua bisa dilaksanakan dengan program tersebut. Sehingga pembangunan-pembangunan strategis yang membutuhkan anggaran cukup besar, akan diperjuangan lewat pembahsan anggaran. Dengan harapan bisa masuk dalam rencana kerja Pemerintah Daerah.

Kemudian disektor pendidikan, banyak tamatan menengah atas yang kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Daerah. Karena tingkat pengangguran yang tinggi akan berdampak pada angka kemiskinan. Berikutnya mengenai bidang kesehatan, Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Kepri tersebut turut memantau kondisi kesehatan masyarakat pesisir.

“Lewat reses ini, saya juga tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan. Saya juga menggelar vaksinasi disejumlah titik melalui reses ini, salah satunya adalah di Selat Nenek. Karena vaksinasi adalah upaya bersama untuk membentuk ketahanan kelompok atau herd imunity,” tutup pria yang pernah duduk di Komisi IV DPRD Provinsi Kepri tersebut. (*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul