Covid-19

Zona Merah Terus Berkurang

Batam Terus Berupaya Capai Zero Covid-19

Pelaku pariwisata Batam mendapat vaksinasi Covid-19 dosis 2 jenis vaksin AstraZeneca yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam bekerja sama Dinas Kesehatan Kota Batam di atrium Kepri Mall, Senin (6/9). (Yusuf Hidayat/Batam Pos)

batampos.id – Peta zona penyebaran Covid-19 di Batam menunjukkan grafik yang terus membaik. Berdasarkan data terbaru, zona merah mulai mengecil dan kini berubah warna merah muda dan kuning. Sedangkan zona hijau belum ada karena ada tambahan kasus di kecamatan yang sebelumnya hijau.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, penambahan kasus masih terjadi. Selama ini, beberapa kecamatan bertahan di zona merah karena penemuan kasus di kecamatan tersebut. Kendati berubah warna, nyatanya semua kecamatan tidak ada yang berwarna hijau.

”Tak ada yang hijau. Meskipun merah juga berkurang. Jadi, status saat ini masih belum menentu. Namun, setidaknya zona merah berkurang dan itu karena adanya penurunan jumlah kasus,” ujarnya.

Rudi juga menyebutkan, kasus harian juga masih fluktuatif. Senin (6/9) kemarin contohnya. Jumlah warga yang terinfeksi Covid-19 ada 21 orang. Namun, seimbang dengan jumlah yang sembuh yakni 21 orang dan satu orang meninggal.

Saat ini, kata Rudi, hanya dua kecamatan yang masih berwarna merah yakni Kecamatan Batam Kota dan Batuaji. Sedangkan kecamatan lainnya sudah menunjukkan perubahan warna kuning dan oranye.

”Tapi untuk kelurahan sudah tidak ada lagi yang zona merah, sebagian zona kuning dan hijau. Tentu kita bersyukur dengan grafik Covid-19 yang terus menurun,” terangnya.

Ia menjelaskan, penurunan jumlah kasus seiring dengan pelaksanaan vaksinasi yang mampu mencegah penyebaran Covid-19. Meskipun masih ada warga yang terpapar virus corona usai vaksin, namun penyembuhannya akan lebih cepat dibandingkan mereka yang belum divaksin.

”Intinya, kita bersyukur, di akhir penerapan PPKM level 3 ini angka Covid-19 terus turun. Mudah-mudahan ke depan statusnya sudah berubah menjadi level 2 ataupun level 1,” ujarnya.

Rudi juga berharap, pandemi Covid-19 di Kota Batam dapat segera berada di zero (nol) kasus. Dengan demikian, ekonomi secara bertahap juga bisa kembali normal. Dan semua sektor yang terdampak kembali bangkit.

”Sekarang semua kegiatan kita longgarkan. Tapi ingat, Covid-19 masih menjadi ancaman. Jadi, senjatai diri dengan protkes (protokol kesehatan), memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hindari kerumunan, dan rajin berolahraga,” pesan wali kota.

Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, menambahkan, penurunan kasus Covid-19 tidak lepas dari disiplin masyarakat menerapkan protkes, sehingga kian hari kian menurun. Begitupun jumlah yang meninggal juga terus berkurang.

Lalu pasien yang dirawat di rumah sakit juga berkurang dan jumlah yang melakukan isolasi mandiri juga sedikit. Ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menekan Covid-19 di Kota Batam berhasil.

”Kita harapkan semakin menurun. Setidaknya kita sudah bisa bernapas sebentar. Karena, rumah sakit tingkat hunian pasien Covid-19 yang dirawat juga berkurang,” tambah Didi.

Kendati demikian, Didi mengimbau agar masyarakat juga tidak terlena. Karena, risiko terkena juga bisa saja terjadi kembali, apabila prokes tidak diterapkan dengan benar.

”Kalau bisa dobel masker saat beraktivitas. Sehingga, risikonya kecil terpapar. Ingat, mereka yang sudah vaksin maupun sudah jadi penyintas bisa terinfeksi lagi jika prokesnya lalai. Jadi, pakai masker, cuci tangan atau basuh dengan hand sanitizer itu penting,” imbuhnya.

Sementara itu, penurunan jumlah pasien Covid-19 juga bisa dilihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji, yang selama ini paling banyak menyediakan ruang perawatan bagi pasien Covid-19. Saat ini, hanya belasan pasien Covid-19 yang dirawat.

”Pekan sebelumnya sempat turun di angka delapan pasien. Namun, awal pekan ini kembali naik ke angka 11 pasien,” ujar Wadir Pelayanan Medik RSUD Embung Fatimah Batam, Sri Rupiati, kemarin.

Meskipun demikian, jumlah ini masih di angka terendah. Sebab, menurun drastis dari bulan-bulan sebelumya yang sempat meninggi ke angka 100-an pasien dalam sehari. Hal ini baik, namun tetap menjadi perhatian semua pihak agar tetap setia dan patuh dengan aturan protkes.

”Hari ini (kemarin, red) naik jadi 11 pasien. Semoga ke depannya kembali berkurang hingga tak ada lagi warga yang terpapar Covid-19,” ujarnya.

Pasien yang dirawat ini umumnya sudah menjalani pemeriksaan swab pertama dan kesehatan mereka dalam kondisi baik. Jika hasil swab kedua negatif maka mereka diperkenankan kembali ke rumah untuk menjalani isolasi mandiri.

Terpisah, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang, Sekupang, jenazah korban Covid-19 yang dimakamkan masih stabil di angka dua sampai tiga jenazah dalam sehari. Ini artinya, ada penurunan yang drastis angka kematian akibat Covid-19 di Kota Batam. Sebab bulan sebelumnya dalam sehari bisa tembus di angka 20 hingga 30 jenazah yang dimakamkan. (*)

Reporter : YULITAVIA
EUSEBIUS SARA
Editor : MOHAMMAD TAHANG