Nasional

Kota Tanjungpinang Dirancang Elegan

Gubernur Kepri: Dibangun Bertahap, Dana dari APBD dan APBN

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos)

batampos.id  – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, secara bertahap akan mengubah wajah ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Ia optimistis, mulai 2022 mendatang, sudah ada perubahan-perubahan signifikan melalui sentuhan pembangunan infrastruktur strategis yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dan anggaran daerah.

“Secara bertahap kita akan melakukan sejumlah penataan di ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Pembenahan yang dilakukan tentunya untuk menjadikan Kota Tanjungpinang semakin elegan ke depannya,” ujar Ansar, di Tanjungpinang, Rabu (8/9).

Pria yang pernah duduk di Komisi V DPR RI tersebut menjelaskan bahwa untuk wilayah Kota Tanjungpinang akan dilakukan penataan di jalan menuju Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Pihaknya tidak hanya mengandalkan kemampuan anggaran daerah, tapi juga mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat.

“Kita sudah melakukan lobi-lobi ke sejumlah kementerian untuk mendapatkan bantuan anggaran bagi pembangunan di Provinsi Kepri. Mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Maritim dan Ivestasi, sampai Kementerian Kesehatan terkait percepatan vaksinasi,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan yang sudah pasti adalah pembenahan Pulau Sejarah, Penyengat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Bahkan, untuk pembangunan strategis tersebut sudah didukung dengan detail engineering design (DED). Sementara untuk pembangunan lainnya, juga akan dirancang dengan DED. Namun, pendekatan atau penjajakan sudah harus dilakukan dari sekarang.

“Penataan Pulau Penyengat kita akan mendapatkan suntikan anggaran sebesar Rp 40 miliar – Rp 50 miliar. Tentunya penataan ini untuk peningkatan kawasan yang tidak mengganggu benda cagar budaya atau benda-benda peninggalan sejarah yang ada di Penyengat,” paparnya.

Lebih lanjut, mantan Bupati Bintan tersebut mengatakan bahwa pembangunan lainnya yang juga menyasar APBN adalah pembangunan flyover atau jalan layang di Simpang Ramayana, Tanjungpinang. Kemudian untuk flyover Simpang Kota Piring akan dirancang menggunakan anggaran daerah. Lewat anggaran daerah, pada tahun depan juga akan dilanjutkan penataan G12 Tanjungpinang.

Ansar mengaku, ia juga baru berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) terkait rencana pembangunan infrastruktur strategis di bidang pelabuhan untuk pembangunan di Teluk Buton, Natuna. Bahkan, terkait program ini, Pemprov Kepri akan segera menyusun DED. Sedangkan kebutuhan anggaran sudah dijanjikan Kemenhub akan mereka carikan.

“Tentu ini bentuk responsip dari pemerintah pusat atas pendekatan-pendekatan yang sudah kita lakukan. Karena tanpa pendekatan yang intens, tentu sulit untuk mewujudkan pembangunan strategis daerah berskala nasional,” jelasnya.

Pembenahan lainnya yang juga akan dilakukan pada 2022 adalah penataan kawasan Masjid Raya Nur Ilahi, Dompak. Ia bertekad untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu magnet wisata untuk wilayah Kota Tanjungpinang. Apalagi di sana sudah dilengkapi dengan lift menara, namun belum bisa difungsikan karena masalah teknis.

“Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri juga akan kita tata, masjid yang bocor dan jalan-jalan kita baguskan. Selain untuk kepentingan pariwisata, tentunya untuk kenyamanan bersama. Apalagi kita sudah memulai car free day setiap hari Sabtu-Minggu untuk wilayah pusat Pemerintahan Provinsi Kepri,” tutup Ansar. (*)

Reporter : JAILANI
Editor : MOHAMMAD TAHANG