Metropolis

Oknum Dokter Cabul Tak Terima Divonis 3 Tahun

 

batampos.id – Dimasander bin Sutrajad, oknum dokter umum yang menjadi terdakwa pencabulan terhadap pasiennya tidak terima dihukum 3 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, pekan lalu. Ia kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Wahyu Novriadi, mengatakan, Dimasander mengambil sikap untuk banding atas putusan majelis hakim yang dipimpin Nanang tersebut. Keputusan banding disampaikan melalui Pengadilan Negeri Batam.

”Terdakwa banding pada Senin (6/9). Karena yang bersangkutan banding, maka Kejari Batam juga banding,” kata Wahyu kepada Batam Pos, Kamis (9/9/2021).

Disinggung alasan terdakwa banding apakah karena hukuman terlalu berat atau minta bebas, Wahyu mengaku belum tahu. Sebab, terdakwa banding untuk mengambil sikap atas putusan tersebut.

”Ini baru pernyataan sikap terdakwa, untuk memori bandingnya belum,” kata Wahyu.
Dalam berita sebelumnya, Dimasander bin Sutrajad kaget divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim PN Batam karena dinilai terbukti mencabuli VS, pasiennya. Hukuman itu jauh lebih berat dari tuntutan jaksa yang hanya 14 bulan atau 1 tahun 2 bulan. Karena putusan lebih berat, ter­dakwa sempat kaget dan ak­hirnya menyatakan pikir-pikir.

Vonis tersebut dijatuhkan oleh majelis hakim yang diketuai Nanang didampingi hakim anggota Dwi Nuramanu dan David Sitorus melalui sidang terbuka untuk umum yang berlangsung virtual, Kamis (2/9). Sementara, terdakwa Dimas mendengar pembacaan putusan dari Rutan Kelas ll A Batam.

Dalam amar putusannya, dijelaskan bahwa perbuataan Dimas telah memenuhi unsur pencabulan. Hal itu disimpulkan dari fakta-fakta persidangan, mulai dari keterangan saksi-saksi hingga ahli.

”Telah membaca tuntutan dari jaksa penuntut umum dan mendengar pembelaan terdakwa,” kata Nanang menjabarkan isi putusan dari Pengadilam Negeri (PN) Batam.
Karena unsur pasal sesuai dakwaan ketiga JPU yakni pasal 294 ayat 2 telah memenuhi, maka sudah seharusnya terdakwa dihukum sesuai dengan perbuataanya. Dimana, bunyi pasal yakni pengurus, dokter, guru, pegawai, mandor (opzichter) pengawas atau pesuruh dalam penjara, tempat pekerjaan negara (landswerkinrichting), tempat pendidikan, rumah piatu, rumah sakit, rumah sakit jiwa atau lembaga sosial, yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang dimasukkan ke dalamnya.

”Sebelum menjatuhkan hukuman, majelis hakim juga mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan,” jelasnya.

Hal yang memberatkan, terdakwa berprofesi sebagai dokter, terdakwa tidak mengakui perbuaataanya dan berbelit-belit. Hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum.

”Menjatuhkan vonis 3 tahun terhadap terdakwa Dimasander bin Sutrajad dikurangi selama terdakwa ditahan,” tegas Nanang.

Mendengar vonis 3 tahun, Dimas nampak kaget dan langsung mengelengkan kepala. Majelis hakim langsung menanyakan tanggapan terdakwa terhadap putusan. Bisa menerima atau pikir-pikir selama tujuh hari.

”Saya pikir-pikir pak,” ujar Dimas. Begitu juga dengan JPU Herlambang yang menyatakan pikir-pikir. Hakim Nanang kemudian menutup sidang dengan ketuk palu.

Diketahui, Dimasander merupakan dokter yang sebelumnya buka praktek di salah satu klinik di wilayah Batam Kota. Ia diduga mencabuli VS, 22, salah satu pasiennya pada pertengahan April lalu. Kronologi bermula dari kedatangan VS bersama pacarnya untuk memeriksakan keluhan kesehatan berupa keputihan. Pacar korban kemudian menunggu di depan ruang pemeriksaan dan korban masuk serta menjalani pemeriksaan dengan dokter tersebut.

Tidak ada kecurigaan dari korban karena pengobatan ini bukan kali pertama ia lakukan. Sesampainya di ruangan, oknum dokter tersebut meminta korban membuka setengah pakaiannya dengan alasan lebih leluasa mendiagnosis penyakit keputihannya.

Namun, karena pemeriksaan yang lama, membuat korban curiga dan mencoba merekam lewat ponsel miliknya. Benar saja, saat melihat ponsel miliknya, korban melihat pelaku memegang alat bantu seks sembari mengeluarkan alat kelaminya. Hal itu membuat korban kaget dan mengirim bukti video itu ke pacarnya yang ada di luar ruangan dan berujung pada pelaporan ke polisi. (*)