Sport

Cegah Pencurian Umur, PBSI Kepri Gelar Sosialisasi dan Implementasi SI

Ketua PBSI Kepri Sukriadi didampingi Subid Sistem Informasi PP PBSI Setiopertiwanggono dan peserta Sosialisasi dan Implementasi Sistem Informasi (SI) di GOR Banda Baru, Sabtu (11/9). (F. Ryan Agung/Batam Pos)

batampos.id – Mencegah terjadinya pencurian umur, PBSI Kepri menggelar Sosialisasi dan Implementasi Sistem Informasi (SI) PBSI. Event ini digelar di GOR Banda Baru, Batam, Sabtu (11/9).

Ketua Umum PBSI Kepri Sukriadi mengatakan Sistem Informasi (SI) PBSI ini memuat data-data atlet bulu tangkis. Tujuannya untuk mencegah manipulasi dan pemalsuan data atlet.

“Kepri mendapat kehormatan menjadi yang pertama dalam sosialisasi dan implementasi SI. Hingga saat ini sudah 254 atlet Kepri teregistrasi dalam SI,” terang Sukriadi.

Ia juga mengatakan kegiatan ini diikuti sejumlah Pengkab/Pengkot PBSI dan klub-klub bulu tangklis se-Kepri. Terkait dengan pelaksanaan PPKM dan kondisi pandemi, kegiatan ini menggunakan dua cara, yakni tatap muka dan zoom meeting.

“SI ini punya banyak manfaat bagi atlet. Selain mengatasi pencurian umur, SI juga memuat ranking, kejuaraan yang boleh dan harus diikuti, juga bermacam hal lainnya,” papar pria yang akrab disapa Uki ini.

UKi mengakui jika event bulu tangkis saat ini tengah terkendala pandemi. Meski demikian, Uki mengatakan jika saat ini PBSI tengah sibuk berbenah terkait sistem yang digunakan.

“Alhamdulillah Kepri menjadi yang pertama dari sosialisasi SI. Ini adalah hal yang bagus, Kepri dipercaya menjadi yang pertama, selanjutnya baru dilakukan ke provinsi lain,” ungkapnya.

BACA JUGA: Bahas Program Kerja 2021, PBSI Kepri Gelar Mukerprov

Melalui SI, Uki mengatakan data atlet akan menjadi lebih rapi dan mudah terdeteksi. “Kini untuk tak harus keluar Kepri jika ingin fokus di bulu tangkis,” kata Uki.

Ia juga mengatakan jika saat ini bulu tangkis menjadi cabor yang diminati oleh generasi muda. Terutama setelah berhasil menyumbangkan medali emas di Olimpiade dan Paralympic.

“Atlet Kepri yang tercatat dalam SI, adalah aset di masa depan. Semoga sosialisasi dan implementasi SI ini akan memberikan manfaat bagi pembinaan bulu tangkis di Kepri di masa mendatang,” pintanya.

Suasana Sosialisasi dan Impplementasi Sistem Informasi (SI) PBSI yang digelar di GOR Banda Baru, Sabtu (11/9). (F. Ryan Agung/Batam Pos)

Sementara itu, Subid Sistem Informasi PP PBSI Setio Pertiwanggono menjelaskan SI adalam sistem yang dimiliki oleh PBSI terkait data atlet. “Ini adalah data atlet yang aktif dan ikut bertanding di seluruh Indonesia,” terangnya.

“Di dalam SI itu terdapat jumlah perkumpulan, Pengprov, Pengkot/Pengkab, dan juga jumlah atlet aktif di seluruh Indonesia yang saat ini jumlahnya mencapai 41 ribu,” terang Setio.

PBSI berharap melalui sosialisasi dan implementasi ini progres meningkatan penambahan atlet di PBSI Kepri akan semakin meningkat. “Ini akan membuat pelaksanaan kejuaraan di lingkup PBSI Kepri semakin tertib dan jelas data-data atletny,” katanya.

Melalui SI, banyak hal yang bisa didapatkan oleh atlet bulu tangkis. Salah satunya yang terpenting adalah atlet tak harus membawa data-data pribadi setiap kali bertading.

“Data pribadi atlet sudah tersimpan di database SI begitu atlet teregistrasi,” ungkap Setio. “Selain itu, atlet dan klub bisa memanfaatkan SI di mana saja. Selain itu, SI akan membantu klub untuk melakukan pendaftaran kejuaraan tingkat kota hingga nasional yang dilaksanakan oleh PBSI,” tambahnya.

Karenanya, lanjut Setio, SI adalah sistem yang sangat banyak manfaatnya. “Cara registrasinya pun terbilang mudah, klub tinggal melakukan input data, dan pengkab/pengkot akan melakukan verifikasi,” jelas Setio.

“Selanjutnya verifikasi akan dilakukan oleh badan setingkat diatasnya secara berjenjang terkait dengan keabsahan dokumen yang dimiliki oleh atlet. Setelah lolos tiga verifikasi berjenjang, barulah atlet mendapatkan ID yang akan bisa digunakan mengikuti kejuaraan resmi PBSI,” tegasnya. (*)

Reporter: Ryan Agung
Editor: Putut Aryo