Bintan-Pinang

3 Hari Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Perluas Wilayah Pencarian Korban Tenggelam di Laut Sialang, Berakit, Bintan

Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian korban tenggelam di perairan laut Sialang, Desa Berakit, Kecamatan Bintan Utara. F.Satpolair Polres Bintan

batampos.id– Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga Kampung Lembah Cahaya, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Arpa Sona yang tenggelam saat memasang kelong di perairan laut Sialang, Desa Berakit, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (9/9) malam lalu.

BACA JUGA: Dua Warga Malang Rapat, Bintan Tenggelam Ketika Memasang Kelong

“Sudah tiga hari kita lakukan pencarian, belum ada tanda-tanda korban muncul,” kata Kasatpolair Polres Bintan, AKP Suardi saat dihubungi, Minggu (12/9).

Suardi mengatakan, tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas Tanjungpinang, Kepolisian dan masyarakat telah memperluas wilayah pencarian. Akan tetapi hingga hari ketiga belum ditemukan.

“Kita khawatirnya sudah terbawa arus ke perairan luar,” kata Suardi. Disinggung soal kendala pencarian di lapangan, Suardi mengatakan, kendala hanya cuaca. Ketika cuaca kurang bersahabat, seperti Sabtu (11/9) kemarin, pencarian dihentikan sementara.

“Begitu cuaca sudah baik, kita lanjutkan pencarian,” kata Suardi. Pencarian pun, kata Suardi, dilakukan sesuai prosedur mulai pagi hingga menjelang malam. “Kalau dipaksakan pencarian pada malam hari, takutnya malah menambah korban baru,” kata Suardi.

Suardi kembali berharap, korban segera ditemukan. “Mudah-mudahan segera ditemukan,” harap Suardi.

Diberitakan sebelumnya, Kamis (9/9) petang, dua korban Arpa Sona dan Diki Rahmawan melaut dengan menggunakan pompong untuk memasang kelong di laut Sialang, Desa Berakit, Kecamatan Bintan Utara.

Di lokasi kelong tersebut, Diki memutar jangkar kelong. Ketika memutar jangkar, kayu pemutar menghantam perut Diki dan membuat Diki jatuh ke laut.

Begitu melihat Diki jatuh, Arfa langsung terjun ke laut untuk menolong. Ketika itu, Arpa lupa menurunkan jangkar sehingga membuat kelong dan pompong mereka hanyut. Mereka akhirnya berenang ke tiang pancang kelong.

Kejadian ini diketahui oleh nelayan setempat yang berhasil menyelamatkan Diki, sedangkan Arpa masih
dicari. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul