Bintan-Pinang

Cegah Penularan di Tingkat Keluarga, Optimalkan Karantina Terpadu untuk Pasien Covid-19

Elfiani Sandri
f.Peri Irawan / Batam Pos

batampos.id– Satuan Tugas (Satgas) covid-19 Kota Tanjungpinang optimalkan tempat karantina terpadu untuk perawatan pasien terpapar agar pengawasan dan perawatan lebih intens.

BACA JUGA: Covid Melandai, Isolasi Terpusat Stadion Mini Belum Terisi Pasien Covid 19

Berdasarkan data yang diperoleh, pada Selasa (7/9) lalu pasien yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) tersisa sebanyak 146 orang sedangkan pasien di Villa Lohas lebih sedikit yaitu 10 orang, namun saat ini Minggu (12/9) kemarin jumlahnya pasien yang isoman justru lebih sedikit di angka 99 orang dan pasien di Villa Lohas semakin banyak menjadi 34 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengoptimalkan isolasi pasien terpapar covid-19 di tempat karantina terpadu yang sudah disiapkan pemerintah yaitu Hotel Lohas, Toapaya, Bintan.

“Supaya mencegah penularan di tingkat keluarga dan masyarakat,” kata Elfiani, Senin (13/9). Saat ini penularan lebih banyak terjadi pada tingkat keluarga, sehingga memang harus dijaga agar kasus tidak bertambah banyak.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Sri Handono Suparmadi menjelaskan, saat ini setiap ada penambahan kasus baru juga disarankan untuk diisolasi di Villa Lohas agar pasien lebih terpantau.

“Selain memang untuk memutus penularan di tingkat keluarga,” ujarnya. Menurutnya, penurunan jumlah pasien isoman itu dikarenakan tingkat kesembuhan yang lebih cukup tinggi dan setiap ada pasien baru selalu dibawa ke Villa Lohas.

Handono berharap agar kasus aktif di Tanjungpinang bisa terus berkurang tentu diiringi penerapan protokol kesehatan (Prokes) dengan ketat oleh masyarakat pada setiap aktivitas.

“Alhamdulillah, sekarang kasus aktif tersisa 167 orang, mudah-mudahan bisa lebih rendah lagi,” harapnya. Sementara untuk pasien yang di rumah sakit, saat ini tersisa sebanyak 27 pasien dan yang menjalani karantina di Mes Bhayangkara sebanyak 7 orang. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul