Metropolis

Dani Ditemukan Telungkup di Bibir Danau

 

batampos.id – Dani Antori, penghuni kosan di kawasan Fanindo, Tanjunguncang, ditemukan tewas telungkup dalam bibir danau dekat PT KSB, Kelurahan Seipelenggut, Sagulung, Minggu (12/9) pagi. Jenazah pria 29 tahun ini ditemukan warga yang melintas di jalan dekat lokasi kejadian.

Anggota polisi dan TNI mengevakuasi mayat Dani Antori yang ditemukan di Danau Seilekop, Sagulung.

Temuan jenazah ini langsung ditangani oleh pihak kepolisian setempat dan jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit untuk penelusuran lebih lanjut.

Polisi menduga, Dani adalah korban kecelakaan lalu lintas. Sebab, tak jauh dari lokasi jenazah, ditemukan sepeda motor miliknya, Yamaha Mio BP 4316 HR dalam posisi terbalik. Ada juga bekas seretan sepeda motor dari pinggir jalan raya. Sedangkan barang berharga korban seperti dompet dan telepon genggam, juga masih ada di lokasi kejadian.

”Kalau keterangan awal kemungkinan korban kecelakaan lalu lintas, tapi tetap akan kami dalami penyebab pastinya,” ujar Kapolsek Sagulung, Iptu M Darma Ardiyaniki.

Lokasi temuan mayat korban berada persis di tikungan jalan yang cukup tajam menuju kawasan galangan kapal di Sagulung. Jalan ini berada di dekat danau, sehingga bisa saja korban terjatuh dan terseret sampai ke danau.

Ardi, warga di lokasi kejadian juga menyampaikan hal yang sama. Meskipun ada bekas luka di kepala korban, namun ada kemungkinan disebabkan kecelakaan lalu lintas.

”Ini tikungan memang berbahaya, apalagi kalau malam hari, sering bikin pengendara terkecoh,” ujar Ardi.

Sementara itu, Irfan Harahap, kakak ipar korban menuturkan, malam sebelum Dani ditemukan tewas, dia masih bersama dengan korban di kawasan Dapur 12. Namun, pada dini hari Irfan pamit pergi lebih dulu karena ada panggilan kerja lembur.

”Semalam (Sabtu malam, red) dia (Dani) telepon, katanya bosan di kosan. Lalu, saya suruh datang ke tempat kerja saya di Dapur 12, dan akhirnya datang dia. Tapi setelah itu, saya ada kerja lembur lagi ke Pulau Bulan. Pagi tadi malah dapat kabar begini,” ujar Irfan. (*)

 

 

Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : RATNA IRTATIK