Bintan-Pinang

Dua Tim SAR Gabungan Dikerahkan Cari Warga Malang Rapat Setelah Tenggelam di Laut Sialang, Desa Berakit, Bintan

Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian korban hilang usai tenggelam di laut Sialang, Desa Berakit, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (9/9) malam. F.Basarnas Tanjungpinang

batampos.id– Dua Tim SAR Gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian Arpa Sona, warga Kampung Lembah Cahaya, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang yang hilang usai tenggelam di laut Sialang, Desa Berakit, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (9/9) malam.

BACA JUGA: 3 Hari Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Perluas Wilayah Pencarian Korban Tenggelam di Laut Sialang, Berakit, Bintan

Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Tanjungpinang, Miswadi mengatakan, Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas Tanjungpinang, TNI AL dan Satpolair Polres Bintan dibagi menjadi dua tim pencarian.

Dikatakannya, tim search and rescue unit (SRU) 1 terdiri dari Tim Rescue Basarnas Tanjungpinang bersama Satpolair Polres Bintan melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi hingga ke arah utara.

Sedangkan tim SRU 2 terdiri dari unsur Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dan penyisiran di bibir pantai dan jalur tepian pantai dengan menggunakan pompong.

Dia mengatakan, sejauh ini belum menemukan titik terang korban ditemukan. Akan tetapi, tim SAR Gabungan akan terus berusaha melakukan pencarian terhadap korban.

Disinggung kendala terkait pencarian korban di lapangan? Dia mengatakan, sejauh ini kendala masih terkait cuaca seperti hujan dan gelombang yang tinggi. “Kendalanya, gelombang tinggi, hujan dan cuaca yang tidak menentu,” katanya.

Dia juga mengatakan, pencarian akan terus dilakukan sampai hari ke 7 sejak hilangnya korban pada Kamis (9/9) malam.

Diberitakan sebelumnya, Kamis (9/9) petang, dua korban Arpa Sona dan Diki Rahmawan melaut dengan menggunakan pompong untuk memasang kelong di laut Sialang, Desa Berakit, Kecamatan Bintan Utara.

Di lokasi kelong tersebut, Diki memutar jangkar kelong. Ketika memutar jangkar, kayu pemutar menghantam perut Diki dan membuat Diki jatuh ke laut.

Begitu melihat Diki jatuh, Arfa langsung terjun ke laut untuk menolong. Ketika itu, Arpa lupa menurunkan jangkar sehingga membuat kelong dan pompong mereka hanyut.

Mereka akhirnya berenang ke tiang pancang kelong. Kejadian ini diketahui oleh nelayan setempat yang berhasil menyelamatkan Diki, sedangkan Arpa masih dicari. (*)

 

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul