Karimun

Pelaku UMKM Terus Berinovasi untuk Pertahankan Usaha

Anas Tasya karyawan kerupuk Atom HS saat melakukan promosi di pulau Kundur belum lama ini, dengan perpaduan rasa kacang tanah, rumput laut, udang kari dan kopi. f.DOK KERUPUK ATOM HS

batampos.id- Dampak Pandemi Covid-19 masih terasa bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya, pelaku UMKM Kerupuk ikan tenggiri Atom HS yang harus berinovasi dengan membuat terobosan mulai dari bentuk kemasan, promosi secara langsung hingga memanfaatkan jejaringan sosial agar bisa eksis. ” Alhamdulillah, sekarang sudah ada perkembangan. Kemarin, sempat macet beberapa bulan kita tidak produksi kerupuk ikan tenggiri khas Karimun,” terang Lasmina, Senin (13/9).

BACA JUGA: Nugget Ayam Top HS Siap Bersaing dengan Nugget Malaysia

Dikatakan, inovasi terbaru adalah rasa dari kerupuk ikan tenggiri. Dimana, sebelumnya kerupuk Atom HS rasanya hanya satu atau original ikan tenggiri saja. Namun, sekarang ada campuran rasa kacang tanah, rumput laut, udang kari, kopi. Selain kerupuk ikan juga ada kerupuk udang yang semua bahan bakunya ada di Karimun.

” Mau tidak mau kita harus berinovasi, untuk bertahan usaha. Anda tahu sendiri, dampak pandemi Covid-19 sangat-sangat terasa bagi pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan,” ungkapnya. Sebelumnya, Bupati Karimun Aunur Rafiq sangat mendukung eksistensi pelaku UMKM. Dengan, berbagai inovasi yang dibuat dapat bertahan ditengah-tengah pandemi Covid-19.

” Mudah-mudahan jalur luar negeri segera dibuka. Jadi, bisa segera diekspor kerupuk Atom HS ciri khas Karimun. Dan, secara otomatis bisa menyerap lapangan kerja yang lebih banyak lagi,” tuturnya.

Selain itu, dirinya sudang berbicara dengan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun bersama pihak perbankan untuk mengumpulkan UMKM yang komoditinya cukup baik. Agar, bisa bergabung untuk dilakukan ekspor. Artinya, produk-produk UMKM yang layak bisa digabung untuk diekspor bersama-sama nantinya. ” Supaya, bisa bersama-sama mendorong pelaku UMKM untuk eksis di luar negeri. Saya titip pesan saja, saat produksi agar ikuti protokol kesehatan,” ungkapnya. (*)

Reporter: Tri Haryono
editor: tunggul