Metropolis

Pemerintah Bersiap Buka Belajar di Sekolah

 

batampos.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam ancang-ancang untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dalam waktu dekat ini. Kebijakan itu dipertimbangkan setelah menganalisis penurunan jumlah kasus Covid-19 di Kota Batam dalam beberapa waktu terakhir.

foto: Cecep Mulyana / Batam Pos

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya akan segera menggelar pertemuan guna membahas rencana pelaksanaan sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19.

”Kasus sudah semakin menunjukkan penurunan. Kami harapkan tren baik ini bisa berlanjut sehingga dalam waktu dekat ini sekolah tatap muka bisa segera diizinkan,” kata Rudi, Minggu (12/9/2021).

Wali Kota mengatakan, saat ini sudah meminta Dinas Pendidikan (Disdik) untuk turun ke lapangan dan membahas hal ini dengan pihak sekolah terkait kesiapan dalam membuka sekolah dalam waktu dekat ini. Berbagai hal untuk menunjang penerapan protokol kesehatan (protkes) di sekolah sangat diperlukan untuk menjamin pelaksanaan belajar tatap muka berjalan aman bagi siswa.

”Sebenarnya, pelaksanaan ini tersandung vaksinasi pelajar yang belum mencapai target 100 persen. Untuk itu, dalam waktu dekat ini saya harap bisa tercapai, ditambah penurunan kasus yang terus terjadi, dan kalau sudah terpenuhi tidak ada alasan menunda pelaksanaan belajar tatap muka ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam sempat membolehkan PTM di sekolah, awal tahun lalu. Namun, pada April lalu kembali menutup sekolah pasca lonjakan kasus Covid-19 hingga saat ini.

Sebelum diberlakukan PTM, Rudi akan memanggil seluruh kepala sekolah di Kota Batam. Ia meminta protkes yang ketat diberlakukan di sekolah, terutama untuk jenjang SD. Protkes yang ketat tersebut harus disesuaikan arahan Menteri Pendidikan. Misalnya, dalam satu kelas hanya 50 persen.

Rudi meminta sekolah memberlakukan sistem sif. Sehingga, seluruh peserta didik bisa sekolah setiap hari. Siswa tidak diperbolehkan ada jam istirahat di sekolah. Jika belajar normal 5 jam, maka saat PTM terbatas nanti dalam satu hari cukup 2,5 jam atau 3 jam saja belajar di sekolah.

”Skemanya masih sama dengan awal tahun lalu. Sekolah tatap muka kan sudah pernah digelar, namun saya tutup kembali karena kasus meningkat. Jadi saya rasa sekolah sudah paham soal ini, tinggal pelaksanaanya saja nanti. Sekolah yang atur, dan tentu pendapat orangtua juga penting untuk hal ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Batam, Hendri Arulan, mengatakan, sesuai dengan instruksi Wali Kota Batam, pihaknya akan segera membahas hal ini dengan pihak sekolah. Sejatinya, untuk kesiapan tidak ada masalah, hanya saja untuk menggelar diperlukan izin dari kepala daerah.

”Kami sudah punya panduan, sesuai dengan arahan Kemendikbud. Secara keseluruhan sudah siap, namun kami juga melihat perkembangan kasus Covid-19 di Batam,” ucapnya.
Salah seorang orang tua siswa, Agus, mengaku gembira dengan rencana Pemko Batam kembali menggelar PTM di sekolah. Pasalnya, kata dia, pembelajaran online yang digelar saat ini dinilai tidak maksimal.

”Kalau belajar di kelas pasti beda, anak-anak juga lebih semangat jadi kemungkinan materi pelajaran lebih bisa diterima sama mereka,” katanya. (***)

 

Reporter : YULITAVIA
Editor : RATNA IRTATIK