Zetizen

Work Like a Detective

Batampos.id – PENGGEMAR cerita detektif seperti Conan dan Sherlock Holmes pasti sudah kenal dengan istilah TKP atau tempat kejadian perkara. Dalam mengungkap kasus kejahatan, nggak cuman polisi yang terlibat, lho. Ternyata, ada peran profesi lain, salah satunya ahli forensik.

Yuk, simak wawancara Zetizen bareng Naldy Dimpudus, ahli forensik yang pernah menangani kasus bom gereja Surabaya tahun 2018 berikut. (arm/c12/lai)

N: Profesi ahli forensik itu sangat unik. Sebab, lingkungan kerjanya berkaitan dengan hal-hal yang menurut orang lain di luar logika seperti otopsi mayat, pencarian sidik jari, dan pencarian identitas dari tulang.

Job desc-nya bergantung pada bidang mana yang ditekuni. Ada kedokteran, biologi, antropologi, dan lainnya. Aku sendiri di bagian biologi forensik yang berkaitan dengan biologi molekuler dan analisis DNA. Namun, semua ahli forensik punya tujuan yang sama, yakni menghadirkan analisis dari barang bukti dengan meng­gunakan ilmu pengetahuan untuk penegakan hukum.

N: Tantangannya adalah harus siap berada di situasi apa pun. Saat aku ikut menangani kasus bom Surabaya tahun 2018, itu benar-benar dihadapkan dengan situasi yang sangat menegangkan dan memacu adrenalin. Kita harus siap melihat keadaan semua korban dengan potongan tubuh yang tersisa.

Nah, kalau tinggal potongan-potongan tubuh, kadang sulit untuk mengidentifikasi DNA karena sidik jarinya akan rusak, jadi butuh waktu yang lama.

N: Dari sisi akademis, tentukan dulu bidang forensik yang ingin ditekuni supaya pendidikannya bisa terarah. Meski nggak punya background pendidikan kedokteran, tetap bisa menjadi ahli forensik kok karena bidangnya luas. Dari sisi nonakademis, yang paling penting adalah harus siap mental, mampu berpikir kritis, serta berinisiatif menanggapi atau menyelesaikan sebuah kasus.


N: Di Indonesia, jumlah ahli forensik masih tergolong langka. Stigma yang menyatakan bahwa ahli forensik harus dari pendidikan kedokteran juga perlu diluruskan. Ahli forensik non kedokteran memiliki pengetahuan yang nggak kalah penting karena sekarang sudah zamannya mengungkapkan kasus menggunakan ilmu pengetahuan. Kejahatan nggak bisa dihentikan sehingga ahli forensik sangat dibutuhkan untuk penegakan hukum dan membantu tugas kepolisian.


N: Sejak SMA, aku ingin mendaftar kepolisian, tapi terhalang sesuatu. Setelah meneruskan pendidikan lain, ternyata cita-citanya masih sama. Aku cari tahu lebih lanjut dan akhirnya menemukan pendidikan forensik yang masih berhubungan dengan kepolisian. Jadi semangat dan selalu berusaha untuk mewujudkan cita-cita! Kalau pun gagal, jangan mengubah cita-cita, tapi ubahlah strateginya.

Dalam pemecahan kasus tindak kriminal, ahli psikologi forensik berperan mendiagnosis perilaku, kepribadian, dan masalah psikis. Tujuannya adalah mengetahui gambaran sikap pelaku yang akan menjadi petunjuk bagi penyidik. Ahli bidang ini harus mumpuni dalam bidang psikologi dan memiliki pengetahuan serta perangkat hukum yudisial, prosedural, dan pidana agar bisa memahami proses peradilan secara akurat.

Ahli forensik bidang antropologi memiliki tugas untuk mengidentifikasi sisa-sisa kerangka dan tulang. Dari identifikasi tersebut, akan didapat informasi tentang jenis kelamin, ras, perkiraan umur, waktu kematian, dan bisa merekonstruksi rangkaian kejadian. Ahli antropologi forensik biasanya sangat dibutuhkan saat bencana massal dengan sisa-sisa kerangka yang cukup besar.

Tugas utama ahli toksikologi forensik adalah menganalisis racun, baik kualitatif maupun kuantitatif, sebagai bukti dalam tindak kriminal forensik di pengadilan. Misalnya, melakukan analisis obat terlarang dalam darah dan urine pada kasus penyalah­gunaan obat-obatan terlarang dan narkotika. (arm/c12/lai)

 

“Apa Sih Ahli Forensik”

Reporter : Sonia Novi
Editor : Agnes Dhamayanti

Penasaran dengan profesi ahli forensik ? Apa sih sebenarnya ahli forensik itu? Yaitu seseorang yang menguasai ilmu kedokteran forensik, yang sebelumnya dikenal dengan kedokteran kehakiman. Ilmu kedokteran forensik ini merupakan cabang spesialis ilmu kedokteran yang memanfaatkan ilmu medis untuk penegakan hukum dan memecahkan masalah kriminal. Seperti apa sih tanggapan anak millenial terkait bidang ilmu ini? Yuk simak! (*)

F. Dok. Pribadi

Triyanda Citra Yudono
Universitas Padjadjaran
@t.yanda.c.y

Masih ingat kasus kopi sianida 5 tahun lalu? Dengan aktor Jessica dibaliknya? Kasus yang dibantu oleh dokter ahli forensik dengan mengambil sampel lambung Mirna memakai metode linguist forensik, yang membuktikan adanya sianida di dalam kopi yang diminum Mirna.

Sebenarnya forensik juga memiliki berbagai cabang ilmu, seperti patalogi (otopsi bedah mayat) untuk memeriksa bekas luka jenazah, ada odontologi forensik yang mengidentifikasi lewat gigi, antropologi (yang mengidentifikasi melalui tulang manusia), toksikologi (tentang racun), psikiatri (mental tersangka dan korban) dan sebagainya. Dengan terus berkembangnya sains. Ilmu forensik menjadi titik terang diselesaikannya berbagai kasus untuk menerangkan suatu kebenaran.

Gelapnya misteri kejahatan bisa dibongkar. Forensik dapat menjelaskan yang buram. Ahli yang bisa membuat ”benda” mati menjadi berbicara.(*)

F. Dok. Pribadi

Sahram La’ara
SMK 6 Batam
@shrm

ADALAH mereka yang menguasai ilmu kedokteran forensik. Ilmu ini sebenarnya adalah cabang spesialis ilmu kedokteran yang memanfaatkan ilmu medis untuk menegakkan hukum dan memecahkan masalah kriminal. (*)