Internasional

Herd Immunity Sulit Tercapai Akibat Merebaknya Covid-19 Varian Delta

batampos.id – Semua negara di dunia sulit mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok akibat merebaknya Covid-19 varian baru, varian delta.Target 95 persen herd immunity diprediksi tidak dapat dicapai mengingat varian Delta yang sangat menular.

Seorang ahli penyakit menular dan profesor tamu di NUS Yong Loo Lin School of Kedokteran di Singapura Tikki E. Pangestu mengatakan, dengan varian Delta yang sekarang dominan di sebagian besar negara, targetnya seharusnya lebih fokus pada pencegahan penyakit lebih parah dan kematian akibat virus Korona.

“Dengan varian Delta yang memiliki nilai perkalian mendekati delapan, mendapatkan herd immunity sebesar 95 persen itu mitos,” ungkapnya seperti dilansir dari dari Business World.

Dia menyebutkan, target vaksin Covid-19 bukan untuk menghentikan penyebaran infeksi, tetapi untuk menghentikan penyakit parah dan mencegah orang menggunakan ventilator dan meninggal.

Adapun Journal of Travel Medicine mencatat, angka reproduksi dasar (R0 atau R-naught) untuk varian Delta berkisar antara 3,2 hingga 8. Sebagai perbandingan, R0 dari virus influenza adalah antara 0,9 dan 2,1.

R0 adalah jumlah rata-rata orang yang kemungkinan terinfeksi oleh satu individu menular dalam suatu populasi tanpa kekebalan atau intervensi apa pun.

Pangestu juga mengingatkan agar tidak membandingkan negara-negara seperti Filipina dan Indonesia dengan negara-negara seperti Singapura, yang telah sepenuhnya memvaksinasi hampir 80 persen populasinya. ” Perbandingannya tidak realistis. Tantangan logistik di negara-negara seperti Filipina dan Indonesia lebih menantang daripada negara kecil seperti Singapura,” jelasnya.

Mengakhiri pandemi dan mengamankan pemulihan global, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tergantung pada akses vaksin. Menurut profesor penyakit menular dan tropis pediatrik di University of the Philippines Manila, dokter Lulu C. Bravo kesetaraan akses adalah masalah.

“Kami telah membuat rekomendasi yang memastikan bahwa mereka yang berada di daerah dengan kepadatan tinggi diprioritaskan,” ujar Lulu. (*)

Reporter: Jpg
Editor: Chahaya Simanjuntak