Zetizen

Indahnya Persahabatan dalam Perbedaan

Batampos.id – BERSAHABAT dengan seseorang yang memiliki kepribadian dan kesenangan berbeda juga banyak ditemukan dalam film, loh. Dari kisah mereka, kita bisa belajar tentang arti persahabatan, kepercayaan, dan cara mengatasi masalah bersama. Misalnya, tokoh-tokoh fiktif berikut. Yuk, cari tahu lebih lanjut! (elv/c13/lai)

PUNYA nggak sahabat yang kepribadian dan kesukaannya berbeda 180 derajat sama kamu? Misalnya, kamu introver, dia ekstrover; kamu suka K-pop, dia suka J-pop; kamu suka film komedi, dia suka film horor. Mungkin kamu juga pernah kesal karena jadi nggak nyambung pas ngobrol bareng. Hhmm, tapi kok bisa persahabatan kalian tetap erat dengan segala perbedaan tersebut ya? Nih, Zetizen kasih tahu alasannya biar kamu nggak penasaran.

Studi dari Keystone College Pennsylvania menyatakan, orang akan cenderung mencari teman dengan kepribadian yang berbeda. Seorang ekstrover akan mencari sahabat introver untuk membantu menyeimbangkan kehidupan sosial mereka. Begitu pula dengan orang introver yang mencari sahabat ekstrover untuk membantu mengabaikan masalah yang dipendam sendiri. Wah, jadi saling melengkapi ya!

Kesamaan kepribadian ternyata juga bukan satu-satunya hal yang dipertim­bangkan dalam menjalin persahabatan. Ada pandangan, nilai hidup, pengalaman, dan hobi membuat akrab satu sama lain.

Di sisi lain, perbedaan memang rentan mengakibatkan konflik. Sebab, sudah pasti masing-masing pribadi punya pandangan yang berbeda terhadap suatu hal. Karena itulah, dibutuh­kan konflik untuk membuat persahabatan jadi lebih erat. Konflik dapat melatih keterampilan dalam penyelesaian masalah serta meningkatkan kualitas persahabatanmu.

Menariknya, punya sahabat yang berbeda memiliki banyak kelebihan loh! Perbedaan membuat kamu memiliki sudut pandang baru, pengalaman baru, dan melatih keterampilan sosial. Ketika terbiasa dengan perbedaan yang ada, kamu jadi paham memperlakukan orang lain secara berbeda serta menyesuaikan perilaku dan pikiran ketika dengan orang lain.

Perbedaan juga akan membuat suasana persahabatan makin seru. Sahabatmu bisa mengajakmu ke tempat yang belum pernah kamu datangi, naik wahana ekstrem baru, atau diskusi dan debat tentang berbagai hal menarik. Artinya, persahabatan kamu akan selalu bervariasi dan penuh dengan kejutan!

Tentu, persahabatan nggak hanya diukur dari kesamaan yang ada, tetapi saling toleransi dan menurunkan ego untuk satu sama lain. Remember, best friend can walk in opposite directions, yet side-by-side. (elv/c13/lai)

Pada episode minggu lalu, perbedaan kedua karakter digambarkan dengan jelas. Dari cara makan, selera tontonan, hingga kebiasaan tidur dengan lampu mati atau nyala. Jun-wan bahkan mengaku nggak pernah kontak mata dengan Seok-hyeong! Namun, ketika istri kepala residennya mengalami masalah, Jun-wan percaya Seok-hyeong dapat membantu mereka. Kepercayaan itu timbul karena dia mengenal betul tabiat sahabatnya.

Siapa yang nggak kenal dengan duo ikon ini. Marlin dan Dory terlibat petualangan dalam pencarian Nemo. Marlin mudah khawatir, overprotective, dan pesimistis karena pengalaman yang dialaminya.

Sebaliknya, Dory begitu ramah, talkative, dan positive vibe. Perbedaan kepribadian itu membuat mereka saling membantu, mencari ide, dan berhasil menemukan Nemo.

Dua individu dengan banyak perbedaan, tetapi saling bergantung untuk menyelesaikan kasus bersama. Dengan kepribadian Sherlock yang terkesan dingin dan acuh, Watson bisa memahami dan tetap loyal kepada sahabatnya. Watson selalu datang tepat waktu untuk menyelamatkan Sherlock ketika dia melakukan hal berbahaya. (*)

 

“Sahabatku Beda Sifat”

Reporter : Sonia Novi
Editor : Agnes Dhamayanti

BERSAHABAT dengan seseorang yang memiliki watak dan sifat yang berbeda pasti menantang. Seperti contoh jika kita menyukai makanan tertentu, si dia malah tidak menyukai nya. Wah seru nih? Apalagi ketika sedang sesi curhat, kita sudah menjelaskan panjang lebar, Eh! Dia malah gak paham sama sekali dengan apa yang sudah kita ceritakan. Hemm, kesel gak sih? Yuk simak tanggapan anak millenial terkait tema ini! Yuk! (*)

F. Dok. Pribadi

Saputri
Politeknik Negeri Batam
@saputriazhh

Menurutku, sahabatan tapi beda watak dan sifat itu gak ada yang harus dipermasalahkan. Karena yang namanya sahabat itu saling melengkapi dan gak memandang dari hal yang dia suka atau nggak suka sesuatu. Semakin lama bersahabat, nantinya bakal banyak kesamaan yang timbul antara kita dan sahabat kita. Dan bahkan lambat laun akan saling menerima perbedaan. Apalagi kalo sedang deeptalk, justru itu sangat membantu kita melihat dari perspektif yang berbeda dalam menemukan solusi. Nah, kalau memaksakan watak dan sifat kita selama sahabatan juga gak bagus, nanti dibilang toxic friendship deh. (*)

F. Dok. Pribadi

Thania Nursyabila Endri
Politeknik Negeri Batam
@thaniaendri

Sejatinya fisik, karakter, dan kepribadian setiap orang berbeda-beda. Bahkan anak kembar identik pun tetaplah individu yang berbeda. Sama halnya dengan sahabat yang kita miliki sekarang, ada banyak perbedaan mindset, makanan kesukaan, hobby, dll. Tapi dari semua perbedaan itu apakah menjadikan pertemanan kita renggang?

Perbedaan-perbedaan yang mencolok yang dimiliki sahabat, justru mengajarkan kita untuk saling menghormati satu sama lain loh. Bahkan saya dan sahabat ketika curhat tidak jarang ada sedikit berdebatan masalah perbedaan pendapat, dan outputnya kita saling toleransi dan menjadikan pendapat yang berbeda itu menjadi sudut pandang lain yang bisa kita ambil. Keindahan dari persahabatan yang kuat adalah saling menghargai berbedaan. Jangan menghakimi, atau bahkan mangatur kehidupan sahabat kita, lebih baik mengarahkan dan selebihnya biarkan sahabat kita yang menentukan.

Persahabatan beda sifat tidak menjadikan kita rumit, tapi justru menjadikan kita erat dengan mencoba memahami dan menghormati setiap perbedaan. (*)