Kepri

Kanwil Kemenag Kepri Perkuat Keberagaman dengan Dialog Intern Umat Beragama

Kakanwil Kemenag Kepri, Mahbub Daryanto menyampaikan pesan dalam Dialog Intern Umat Beragama, Selasa (14/9) di Masjid Muhammad Cheng Ho, Batam. F. Dok Kanwil Kemenag Kepri

batampos.id-Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kepri menggelar Dialog Intern Umat Beragama di Masjid Muhammad Cheng Ho, Batam, Selasa (14/9). Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Mahbub Daryanto mengatakan, keberagaman harus terus diperkuat. “Kondisi rukun itu dinamis, seperti dalam kehidupan rumah tangga suami istri hari ini bisa senyum-senyum besok mungkin saja bisa saling merengut,” ujar Mahbub Daryanto.

BACA JUGA: Kemenag Libatkan Penyuluh Agama Intensifkan Kedisiplinan Prokes 5M

Dijelaskannya, negara sudah memfasilitasi kehidupan beragama di bawah payung 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika. Umat Islam sebagai mayoritas harus menjadi penyejuk, penengah, dalam menjaga kerukunan dengan membangun kerukunan secara intern terlebih dahulu.

Pada kesempatan itu, Mahbub mengingatkan kepada tokoh agama Islam yang hadir menjadi peserta dialog bahwa Republik Indonesia didirikan dari berbagai macam tokoh penggerak organisasi pemuda dan keagamaan dengan latar belakang etnis, budaya yang berbeda dimana mereka telah memberikan contoh bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama mempunyai tugas utama yaitu menfasilitasi agar pengamalan ajaran agama masyarakat sesuai dengan pokok-pokok ajaran agamanya masing-masing. Kepada para tokoh agama Islam ia berpesan, sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Agama untuk menyampaikan kepada umat pengamalan ajaran agama Islam khususnya di Kota Batam dan Kepulauan Riau secara umum dengan baik dan benar.

“Kita terlebih dahulu baru kita kembangkan ke antar umat beragama, para pendahulu kita telah banyak memberikan contoh saling bahu membahu dalam kehidupan beragama, kalau hari ini kita saling menjelek-jelekkan, membangun narasi perpecahan berarti kita jauh ketinggalan peradaban,” tegasnya.

“Semestinya bila ada ketidakpuasan terhadap pemerintah silaturahmi dan tanyakan langsung, sampaikan kelemahan kami dan gagasan apa yang sebaiknya kita bangun untuk mengembangkan kehidupan ummat beragama yang baik, jangan membangun narasi dan menebarkan fitnah yang belum tentu benar adanya,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut Mahbub mengatakan Menteri Agama Menag RI Yaqut Cholil Qoumas dalam Konferensi Antaragama G20 yang dipusatkan di Italia pada Senin 13 September 2021 menyampaikan komitmen Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia, yaitu dengan cara mengungkap kembali empat prinsip yang ditawarkan para pendiri bangsa untuk memperkuat tatanan internasional.

“Salah satunya yaitu dengan memperlakukan orang lain secara adil dan setara, tanpa memandang suku atau agama, tanpa permusuhan atau kebencian dan tanpa berusaha untuk meminggirkan atau menghilangkan orang lain. Negara sudah sangat akomodatif secara regulasi memperkuat ajaran agama Islam, tinggal implementasi kita di tengah masyarakat untuk menjalankan secara baik dan benar,” paparnya.

Masih kata Mahbub, ia menitip pesan kepada tokoh agama Islam dalam dialog tersebut agar mengembangkan moderasi beragama. Bukan agama yang diperbaharui, tetapi fikiran yang moderat berkembang dinamis. Ketika ada problem dibutuhkan perspektif tokoh-tokoh agama yang moderat dan berpendidikan, yang memiliki wawasan luas untuk dijadikan referensi bagi ummat bila terjadi gejolak.

“Permasalahan yang terjadi di tengah-tengah umat beragama dengan cara memberitahukan kepada Kepala KUA, Kepala Kemenag, Kab/Kota, Kanwil, Bupati-Walikota terakhir kepada Gubernur secara berjenjang agar dapat diselesaikan dengan jalan-jalan musyawarah,” tutup Mahbub Daryanto.(*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul