Metropolis

Bagikan Makanan dan Bantu UMKM Bertahan, Bernard Huang Lakukan PSBB

Selebgram Batam Bernard Wibowo a.k.a Bernard Huang usai memborong bubur sumsum di kawasan Nagoya untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan ini ia lakukan lewat Peduli Sesama Bareng Bernard (PSBB) sejak Agustus 2021 lalu. ( F Ist)

batampos.id – Aturan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Batam membuat sebagian besar sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) di Batam terdampak. Atas dasar tersebut, selebgram Bernard Wibowo atau yang akrab dikenal Bernard Huang melakukan PSBB.

“PSBB itu Peduli Sesama Bareng Bernard. Kami membantu UMKM bertahan dengan membeli habis jualannya, lalu membagikannya ke warga yang membutuhkan,” ujar Bernard ketika ditemui di kawasan Nagoya kemarin.

BACA JUGA:
Bernard Huang Viralkan Jajanan Mo Tahu Aja di Batam

Sejak PPKM diberlakukan sekitar dua bulan lalu, Bernard mengaku gelisah. Dia memikirkan bagaimana nasib para pedagang kecil, seperti pedagang es keliling, pedagang kuih-muih, tukang sol sepatu, tukang parkir, ojek online, dan lain-lain.

“Saya sampai sakit kepala memikirkannya. Pekerjaan saya juga terdampak, tapi tak sampai mempengaruhi periuk nasi. Lalu bagaimana mereka yang bekerja hari ini untuk dapat makan hari ini? Saya terpikir, saya akan bantu UMKM di masa pandemi ini,” ungkapya.

Kegiatan itu pun mulai ia jalankan sejak pertengahan Agustus lalu. Aksi sendiri. Dimulai dengan membeli nasi bakar dari pelaku UMKM, lalu nasi tersebut dibagikan kepada para tukang ojek online, supir taksi, dan juga kepada pemulung yang lewat.

“Saya bagi kepada orang yang membutuhkan. Bukan karena saya bergelimang harta, tapi ketika memberi di tengah kekurangan, di situ letak sukacita saya,” ungkap selebgram yang dikenal dengan akun IG @bernard_huangg ini.

Tak hanya sekedar membeli dan membagikan, suami dari Novi ini juga berbincang dengan para pedagang dan warga yang mendapatkan makanan darinya. “Saya tanya apa mereka sudah vaksin, apa harapan mereka. Dan kebanyakan mereka menjawab bisa menjalankan bisnisnya dengan baik dan lancar seperti dulu,” jelasnya.

Aksi Bernard ini kini mendapatkan dukungan dari teman-temannya. Kalau sebelumnya ia beraksi sendiri dengan biaya sendiri, kini ia mendapatkan dukungan moral dan dana bagi sesama yang peduli supaya bisa membantu UMKM di Batam lebih banyak lagi. Bahkan mobilnya kini ia tempel baliho kecil bertuliskan PSBB: Peduli Sesama Bareng Bernard. “Kalau lapar, sedang sulit dan sangat butuh makan. Boleh ambil makanan gratis. Sehati sejiwa gotong royong melalui pandemi ini bersama,” ungkapnya.

Dalam menjalankan misinya ini, Bernard berkeliling Kota Batam. Dimulai dari kawasan Nagoya, Seipanas, Batam Center, dan kawasan lainnya. “Bisa memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan, itu sangat berarti. Jadi selebgram itu harus bermanfaat. Jangan cuma pamer kekayaan dan harta di media sosial, tapi pamerlah kebaikan,” ungkapnya.

“Banyak yang bilang ini pencitraan. Ya ini pencitraan. Tapi buatlah pencitraan yang baik, yang bagus untuk sesama mahluk, yang bisa menguntungkan pedagang kecil tanpa memandang latar belakang dan siapa mereka karena sebetulnya kita sama, sesama mahluk ciptaan Tuhan dengan struggle masing-masing. Mari membantu sekecil apa pun itu,” ucapnya dengan nafas dalam.

Ratna, pedagang kue menyebutkan sangat terbantu dengan upaya Bernard menjalankan PSBB ini. “Jualan saya habis. Terimakasih kepada koko Bernard. Semoga makin banyak yang berpartisipasi membantu UMKM, melancarkan kembali usaha kami ini supaya bisa tetap makan setiap harinya. Sangat menginspirasi dari ko Bernard. Saya sangat berterimakasih,” ucapnya haru.

Demikian juga Heri, penjual tebu menyebutkan pandemi ini sulit membuatnya bernafas bahkan berpikir bagaimana untuk bertahan hidup sehari-hari karena pembeli yang mendadak sepi. “Semoga dengan kegiatan ini, semua pedagang kecil seperti kami bisa terbantu. Murah rezeki ko Bernard, Allah yang balas. Kepeduliaannya terhadap kami ini tak bisa kami bayar,” ujar Heri.

Seperti diketahui, banyak UMKM di Indonesia khususnya di Batam yang menghadapi masa sulit dalam mempertahankan usaha mereka di tengah pandemi ini. Memanfaatkan platform digital untuk menyebar kebaikan, membantu mempromosikan usaha-usaha kecil pun juga dilakukan Bernard.

“Pandemi itu mengganggu sendi-sendi kehidupan UMKM, padahal itu salah satu pilar penopan ekonomi kebangsaan kita kan? Itu yang mendorong saya peduli juga. Membangkitkan kembali UMKM sambil memberi edukasi kepada para pedagang supaya jangan putus asa, tetap bertahan, masih ada harapan di depan,” tutup Bernard. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Suprizal Tanjung