Nasional

Baznas Minta Jangan Terulang Dana Zakat untuk Mendanai Terorisme

Bentuk kegiatan pemberdayaan yang dilakukan Baznas dalam mengelola dana ZIS yang diterima dari para dermawan. (Baznas for JawaPos.com)

batampos.id – Publik sempat dibuat geger. Sebab, polisi mengungkap adanya pemanfaatan pengumpulan dana zakat dan sedekah untuk kegiatan aksi terorisme. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meminta kejadian seperti itu jangan terulang lagi.

Pimpinan Baznas bidang pendistribusian dan pendayagunaan, Saidah Sakwan mengatakan seluruh dana zakat, infak, dan sedekah harus dikelola secara aman NKRI dan aman Syariah. “Jangan sampai kembali terjadi, dana zakat untuk mendanai terorisme,” katanya dalam peluncuran program beasiswa cendekia Ma’had Aly dan santri 2021 di Jakarta Selasa (14/9).

Dia berharap para mahasantri, khususnya yang mendapatkan beasiswa dari Baznas untuk mengkaji lebih dalam pengelolaan dana zakat. Termasuk mengkaji peran dana zakat sebagai alat pengentasan kemiskinan. “Bagaimana supaya yang semula mustahik bisa jadi Muzaki,” jelasnya.

Saidah menambahkan, pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya aman NKRI. Tetapi juga harus aman Syariah. Maksudnya sesuai dengan kaidah atau ketentuan agama. Menurut dia penyaluran dana zakat untuk beasiswa santri maupun mahasiswa umum, merupakan salah satu bentuk pengelolaan dana zakat yang aman NKRI dan aman Syariah.

Dia menjelaskan pendistribusian dana zakat harus transparan dan membawa manfaat untuk umat. Sehingga diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat pembayar zakat. Dan akhirnya dana zakat yang terkumpul semakin banyak.

Seperti diketahui dari hasil kajian sejumlah lembaga, potensi zakat di Indonesia sangat besar. Tetapi realisasi penghimpunannya belum sebanding dengan potensinya. Diantaranya penyebabnya banyak orang membayar zakat tidak melalui lembaga amil resmi. Sehingga tidak tercatat secara nasional. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim