Internasional

Dianggap Pro-Taliban, AS Kaji Ulang Hubungan dengan Pakistan

Menteri Luar Negeri AS, Anthony J Blinken. ( F Graeme Jennings/Pool via Reuters)

batampos.id – Amerika Serikat (AS) mengkaji ulang hubungan diplomatik dengan Pakistan. Negara rival India itu dianggap pro-Taliban yang kini menguasai Afghanistan.

“Ada beberapa kepentingan Pakistan yang sangat bertentangan dengan AS. Kami akan kaji selama beberapa pekan ke depan,” ujar Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken seperti dilansir dari Reuters, kemarin.

Selama invasi AS dan NATO di Afghanistan, Pakistan memang diketahui terlibat sejumlah hubungan dengan Taliban. Bahkan, Pakistan diduga menjadi tempat persembunyian favorit Taliban, dan membantu gerakan itu melawan pasukan AS untuk mengambil alih kekuasaan di Afghanistan.

Seperti diketahui, ketika AS mengambil alih Afghanistan dari Taliban 2001 lalu, mayoritas pentolan kelompok pemberontak itu kabur dan bersembunyi di Pakistan.

“Ini akan kami kaji khusus terkait kerjasama kami, khususnya dalam hal pemberantasan terorisme. Kami fokus mengkaji ini, mempelajari kembali peran Pakistan selama 20 tahun belakangan dan hubungannya dengan Taliban,” tegas Blinken.

Terkait urusan diplomatik ini, Blinken tak mau gegabah lagi. Sebelumnya, ia diprotes terkait kebijakan penarikan pasukan AS secara keseluruhan dari Afghanistan sehingga negara itu runtuh ke tangan Taliban.

Namun, Blinken membela diri dengan menyebutkan kebijakan penarikan itu sudah ada dalam program kerja Kabinet sebelumnya yang dipimpin Trump, dia hanya menjalankan tugas yang dimandatkan Biden, sebagai tindak lanjut dari program kerja Trump. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Tunggul Manurung