Metropolis

Lima Lembaga Sepakat Gelar Operasi Laut Bersama

 

batampos.id – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang berdekatan langsung dengan berbagai negara, men­jadi salah satu jalur pe­nye­lundupan narkotika dari luar negeri melalui jalur laut. Terbukti, dalam beberapa tahun belakangan ini, ada dua tangkapan yang jumlah narkoba jenis sabu mencapai masing-masing 1 ton lebih. Belum lagi ratusan kasus lainnya dengan barang bukti mulai dari hitu­ngan gram hing­ga ratusan kilogram.

Berangkat dari kenyataan ini, lima lembaga kemudian bersatu dan berkomitmen untuk bersama-sama memberantas masuknya narkoba ke Indonesia, khususnya melalui jalur laut di Kepri, dan jalur laut lainnya yang berpotensi menjadi pintu masuk narkoba ke Indonesia.

Kelima lembaga itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Badan Narkotika Nasional (BNN), Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Ditjen Perhubungan Laut (Hubla), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kelimanya kemudian mengikat komitmen dalam bentuk penandatanganan perjanjian kerja sama dalam upacara pembukaan Operasi Laut Interdiksi Terpadu 2021 di Dermaga Bintang 99, Batuampar, Selasa (14/9/2021) pagi.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani. foto: Cecep Mulyana / Batam Pos

”Perjanjian kerja sama ini bertujuan untuk mewujudkan kegiatan operasi yang berdaya guna, lebih efektif, efisien, dan juga mengefektifkan penyelidikan dan penyidikan terhadap tindak pidana di ranah narkotika dan prekusor narkotika, serta pengawasan lalu lintas orang dan barang ke dan dari Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani.

Ia menjelaskan, perjanjian kerja sama ini berlaku untuk jangka waktu 3 tahun sejak ditandatangani. Isinya, memuat ruang lingkup tentang pertukaran dan pemanfaatan data dan atau informasi, pelaksanaan operasi laut interdiksi terpadu, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta kegiatan lain yang disepakati dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika yang dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing pihak.

”Para pihak juga memiliki tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di masing-masing bidang,” katanya.

Pelaksanaan operasi laut interdiksi terpadu mencakup operasi rutin, operasi khusus, dan operasi tertentu. Operasi laut interdiksi terpadu 2021 menggunakan sandi operasi PURNAMA (Gempur Narkotika Bersama) Menuju Indonesia Bersinar. Mereka menggunakan konsep unity of effort yang mengedepankan sinergi dan kolaborasi dengan BNN sebagai leading sector, khususnya dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN).

”Kegiatan operasi tak hanya di Selat Malaka, tapi juga menyasar perairan Aceh, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Natuna, Selat Karimata, Kepulauan Seribu, dan perairan Sulawesi Utara,” kata Askolani.

Askolani menambahkan, operasi ini merupakan pelaksanaan yang kedua kali. Dimana Bea Cukai telah ikut serta sejak pelaksanaan yang pertama di tahun 2020 dan berhasil melakukan lima penindakan terhadap total 85,5 kg sabu, 23 kg ekstasi, dan 30,3 gram ganja.

”Sebelumnya kami sudah gagalkan berton-ton. Hari ini penguatan, kami akan men-support dan mendukung penuh untuk memerangi narkoba,” tegasnya.

Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, diharapkan para pihak yang terlibat dapat berkomitmen untuk menyukseskan kegiatan Operasi Interdiksi Terpadu 2021 demi mewujudkan Indonesia bebas narkoba.

Kepala BNN Republik Indonesia, Komjen Pol Petrus Reinhardt Golose (kiri). foto: Cecep Mulyana / Batam Pos

Sementara itu, Kepala BNN Republik Indonesia, Komjen Pol Petrus Reinhardt Golose, mengaperesiasi kekuatan gabungan yang memiliki niat besar untuk memberantas peredaran narkotika.

”Hal ini tentunya dapat juga menyelamatkan perekonomian Indonesia dari penyelundupan barang-barang luar negeri tanpa cukai dan pajak. Tapi tentunya dalam hal ini, fokus utama operasi ini penyelundupan narkotika,” kata Golose.

Ia membenarkan jalur rawan yang menjadi perhatian di antaranya Selat Malaka, perairan Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sulawesi, dan Kalimantan. Bahkan para pelaku penyelundupan juga sangat lihai dalam mengelabui petugas.

”Sangat penting bagi kita untuk menjaga wilayah NKRI dari penyelundupan narkotika dan diharapkan dengan komitmen kita memberantas narkotika bisa menyelamatkan generasi bangsa,” tegas Golose.

Kakorpolairud Baharkam Polri, Irjen Pol Verdianto Iskandar, menyatakan komitmennya untuk mendukung BNN dalam pemberantasan narkotika.

”Operasi ini kita dukung dengan patroli polisi. Seluruh kapal ada 57, kami siapkan termasuk 3 helikopter untuk mendukung pengejaran dalam rangka pemberantasan,” jelasnya.

Hal yang sama diaktakan Dirjen Perhubungan Laut, Ahmad, bersama Dirjen PSDKP, Laksamana Muda TNI Adin Nurwaludin. Mereka menyatakan kesiapannya dengan menyiapkan kapal dan sumber daya manusia sebagai bentuk dukungan.

Sementara itu, Kapolda Kepri, Irjen Pol Aris Budiman, menyatakan, sudah memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas para pelaku peredaran narkotika.

”Kami mendukung penuh, kami sudah perintahkan Dirnarkoba, Kasat Narkoba, Dirpolair. Dengan keterbatasan kita lakukan,” tegas Aris. (*)