ubahlaku

PHRI Batam Berharap Target Vaksinasi Segera Tercapai

Ketua PHRI Batam, Muhammad Mansur, menyerahkan bantuan masker untuk program Gerakan Sejuta Masker yang diterima Kepala Disparbud Kota Batam, Ardiwinata, Senin (12/10/2020) lalu. (PHRI Batam)

batampos.id– Pandemi Covid-19 yang sempat menganas beberapa waktu lalu berimbas pada banyak sektor, terutama sektor pariwisata. Hal itu dapat dilihat dari hunian yang rendah, sehingga pendapatan hotel masih di bawah rata-rata.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Kota Batam,  Muhammad Mansyur mengatakan pihaknya terus mendukung upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19. Bahkan ia berharap target vaksinasi bisa segera tercapai.

BACA JUGA: PHRI Dukung Gerakan Sejuta Masker

“Kami mendukung apapun upaya pemerintah untuk menimalisir penyebaran virus ini. Salah satu harapan, ya vaksinasi bisa segera tercapai,” terang Mansyur, Jumat (10/9).

Saat vaksinasi bisa tercapai 100 persen, pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk pemulihan ekonomi, termasuk sektor pariwisata. Pencapaian vaksin tentunya tak lepas dari peran serta seluruh pihak dan masyarakat.

“Meski sudah vaksin, kita semua mesti tetap patuhi protokol kesehatan. Sebab yang sudah vaksin saja bisa terjangkit,” terangnya.

Disinggung soal pengetatan jalur masuk ke Kepri , terutama Batam yang harus memiliki tes swab PCR, menurut Mansyur itu adalah hal yang wajar. Ia menilai kebijakan itu diambil sebagai langkah untuk meminimalisir penyebaran Covid yang sangat cepat. Apalagi level Batam baru turun dari level 4 ke 3.

“Pengetatan jalur masuk itu pasti sudah ada pertimbangannya. Jangan sampai timbul kenaikan lagi, setelah turun ini. Kalau dapat kan benar-benar turun dan virus ini selesai,” ungkap Mansyur.

Disisi lain, ia mengakui adanya pemberlakuan level situasi Covid membuat pendapatan hotel turun. Agar bisa tetap beroperasi, pihak hotel mengurangi hari kerja para karyawannya. Efeknya, gaji karyawan yabg dibayarkan pun berkurang karena tidak masuk penuh. “Ya kondisinya masih sepi, hotel tetap beroperasi,” ujarnya.

Meski sepi, sektor pariwisata harus melihat peluang lain untuk tetap bisa beroperasi. Apalagi Batam tak hanya sebagai kota pariwisata, namun juga sektor lainnya seperti industri.

“Pastinya punya strategi, karena kunjungan Batam tak hanya bergantung pada turis saja, namun juga ada hubungan kerja, ” jelas Mansyur. (*)

 

Reporter : Yashinta
editor: tunggul