Bintan-Pinang

Sudah Saatnya Pelayaran Kapal ke Pelabuhan Sribayintan, Kijang Dibuka

Suasana di Pelabuhan Sribayintan Kijang terpantau lenggang, baru-baru ini. F.Slamet Nofasusanto

batampos.id– Kepala Operasi (Kaops) PT. Pelni Cabang Tanjungpinang, Suharto mengatakan, pihaknya telah berulang kali menyurati pemerintah daerah untuk meminta agar kapal penumpang dari luar daerah bisa kembali berlayar dan singgah di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Bintan.

BACA JUGA: Warga Minta Kapal Penumpang Kembali Singgahi Pelabuhan Sribayintan, Kijang

“Cuma sampai sekarang belum dibuka layanan pelayaran kapal ke pelabuhan Kijang,” kata Suharto. Disinggung terkait kesiapan jika kapal penumpang dibolehkan singgah di Pelabuhan Sribayintan, Kijang?

Suharto mengatakan, Pelni telah melakukan pelbagai persiapan termasuk kesiapan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. “Kita sudah siapkan aturan dan tahapan kalau kapal penumpang dibolehkan singgah di Kijang,” kata Suharto.

Suharto menjelaskan, prokes akan diterapkan bagi penumpang yang hendak masuk kapal seperti pengecekan suhu badan, menjaga jarak dan mewajibkan masker.

“Bisa jadi nanti kita sediakan masker untuk penumpang yang tidak menggunakan masker di pelabuhan,” jelas Suharto. Selain pengecekan protokol kesehatan dan tiket, penumpang harus menginstal aplikasi peduli lindungi.

“Nanti akan kelihatan mana penumpang yang sudah divaksin atau belum,” kata Suharto. Dalam pengawasan prokes di pelabuhan, Suharto mengatakan, Pelni akan bekerjasama dengan KKP, KSOP, Pelindo, Bea Cukai dan kepolisian. Pelni juga akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Bintan dan  Kimia Farma.

“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan layanan antigen, pihak Kimia Farma bersedia memberikan layanan di pelabuhan,” katanya.

Dengan pelbagai persiapan, Suharto sangat berharap pemerintah daerah bisa segera membolehkan layanan pelayaran kapal ke Pelabuhan Sribayintan, Kijang yang sudah 18 bulan tidak dibuka. Agar, masyarakat yang ekonominya bergantung dari aktivitas pelayaran kapal yang singgah di pelabuhan, bisa kembali bergairah.

“Sudah saatnya pelayaran ke Kijang dibuka, kasihan masyarakat yang kena dampaknya seperti pedagang, tukang ojek, porter, sopir taksi. Lagian sekarang kasus covid-19 sudah melandai,” harapnya. (*)

 

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul