Nasional

Target Vaksinasi 40 Ribu Orang

Pada Peringatan Hari Jadi ke-19 Pemprov Kepri

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, di Gedung DPRD Provinsi Kepri, Tanjungpinang, kemarin. (Humas Pemprov Kepri Untuk Batam Pos)

batampos.id – Bersempena hari jadi ke-19, Pemprov Kepri menggelar pekan vaksinasi pada 24 September 2021 mendatang. Di pekan vaksinasi ini, Pemprov Kepri menargetkan 40 ribu dosis vaksinasi per hari. Biasanya, setiap harinya Pemprov Kepri hanya mampu menargetkan 34 ribu sampai 35 ribu dosis vaksin.

“Vaksinasi adalah salah satu fokus kita menyambut Hari Jadi ke-19 Provinsi Kepri. Target 40 ribu dosis per hari, dosis satu dan dua,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, di Gedung DPRD Provinsi Kepri, Tanjungpinang, kemarin.

Menurut Gubernur, ia telah menghubungi Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, untuk memastikan ketersediaan vaksin selama pekan vaksinasi. Saat ini, capaian vaksinasi dewasa dosis pertama di Kepri sebesar 78,25 persen dan 43,28 persen dosis kedua.

Sementara, capaian usia 12-17 tahun sudah 75,72 persen dosis pertama dan 29,57 persen dosis kedua. “Pemprov Kepri pun menargetkan capaian vaksinasi dewasa mencapai 80-90 persen dan 100 persen untuk usia 12-17 tahun di akhir Oktober mendatang,” jelasnya.

Lebih lanjut Ansar menjelaskan, kasus Covid-19 di Kepri terus mengalami penurunan. Per tanggal 13 September 2021 lalu, jumlah pasien positif hanya 63 orang, sembuh 85 orang dan meninggal 7 orang. Secara keseluruhan, jumlah pasien positif mencapai 550 orang dengan bed occupancy rate (BOR) atau keterisian rumah sakit 10,34 persen.

Angka BOR ini semakin membesar hingga 30 persen jika digabung dengan data Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dirawat di RSKI Pulau Galang. Ansar pun mengusulkan agar data BOR tidak digabungkan dengan data RSKI, apalagi warga Kepri sudah tak ada yang dirawat di rumah sakit itu.

“Angka BOR yang kita laporkan dengan gabung PMI, ada yang kita pisah. RSKI tidak ada lagi menampung masyarakat Kepri, hanya menampung 380 PMI,” jelasnya lagi.

Selain itu, dari tujuh kabupaten/kota di Kepri, masih ada tiga daerah yang masih berada di zona oranye, yakni Kota Tanjungpinang, Karimun, dan Natuna. Ansar meminta agar tiga kepala daerah itu segera menurunkan kasus Covid-19 dengan meningkatkan deteksi dini atau tracing.

Mantan Bupati Bintan itu menambahkan, deteksi dini penting untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan menurunkan status ke zona kuning. Jika seluruh daerah di Kepri berstatus zona kuning, Pemprov Kepri akan bersurat ke Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, untuk meniadakan wajib PCR bagi wisatawan domestik yang hendak ke Kepri.

“Karena selama ini, wisatawan enggan berwisata ke Kepri karena terbebani dengan PCR yang harganya lebih mahal dan hasilnya keluar lebih lama dari antigen,” kata Gubernur.

Jamin Stok Vaksin Kabupaten/Kota Terjaga

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Mochammad Bisri, mengatakan pihaknya terus menjaga pasokan vaksin ke kabupaten/kota di Kepri agar terus ada, supaya vaksinasi bisa terus berjalan. Menurutnya, tidak benar bahwa lambannya vaksinasi dosis kedua di Kepri, khususnya Batam karena buruknya koordinasi antara
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Koordinasi kita sangat bagus dengan kabupaten/kota. Karena memang kita punya tujuan yang sama, yakni sama-sama mempercepat proses vaksinasi di kabupaten/kota,” ujar Bisri kepada Batam Pos, Rabu (15/9), di Tanjungpinang.

Bisri menegaskan, Pemprov Kepri memiliki komitmen tinggi menjaga ketersediaan stok vaksin di setiap kabupaten/kota, sehingga tidak mungkin sengaja menahan jatah vaksin untuk Batam. Apalagi jika dikatakan karena persaingan politik. ”Vaksinasi dosis dua masih rendah karena memang ada masa tunggu. Ini yang harus dipahami bersama,” tuturnya.

Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri itu mencontohkan vaksin jenis AstraZeneca memiliki masa tunggu vaksinasi kedua selama 12 pekan setelah dosis pertama diberikan. Kemudian untuk Sinovac 28 hari.

“Sekali lagi, untuk masalah ketersediaan vaksin, kita jaga terus dengan terus berkoordinasi ke Kementerian Kesehatan. Bahkan kita juga terus mendapatkan tambahan dari sejumlah daerah,” jelasnya.

Ditegaskannya, baiknya capaian vaksinasi di Provinsi Kepri sudah diakui pemerintah pusat. Hal itu juga sejalan dengan komitmen Pemprov Kepri untuk mempercepat pemulihan kondisi daerah. Karena vaksinasi adalah upaya untuk membentuk kekebalan komunal atau herd immunity.

“Vaksinasi ini adalah upaya kongkret bersama untuk kita membentuk ketahanan kelompok. Kita juga bersyukur kasus positif terus melandai, tentu ini adalah pengaruh dari vaksinasi yang sudah dilaksanakan,” ujar Bisri.

Seperti diberitakan sebelumnya, capaian rendah vaksinasi dosis kedua di Kepri, khususnya Batam yang penduduknya paling banyak, menuai sorotan dari legislator di Kota Batam. Mereka meminta koordinasi Pemko Batam dengan Pemprov Kepri dalam pemenuhan kebutuhan vaksin lebih diperkuat, sehingga tak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan vaksinasi.

”Dosis pertama Batam luar biasa, capaiannya mendekati 80 persen. Tapi dosis kedua hingga Senin (13/9) usia 18 tahun keatas baru 40,79 persen. Usia 12 sampai 17 tahun baru 24,10 persen. Ini kan timpang,” kata anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Mochamat Mustofa, kepada Batam Pos, Selasa (14/9) lalu.

Menurut Mustofa, rendahnya pencapaian vaksinasi dosis dua, dimana semestinya sudah 75 persen, masih sangat jauh. Ia menduga koordinasi antara provinsi dan kota ini terhambat, sehingga target dosis dua yang semestinya sudah 75 persen, masih sangat jauh. ”Kalau dirata-ratakan, Batam capaiannya akan rendah untuk vaksin kedua,” katanya. (*)

Reporter : JAILANI
Editor : MOHAMMAD TAHANG