Internasional

Antivaksin Singapura Frustrasi Dikucilkan, Akhirnya Memilih Ikut Vaksinasi Covid-19

Warga Singapura antri menunggu divaksin Covid-19. ( F Reuters)

batampos.id – Warga antivaksin di Singapura mengaku merasa frustrasi setelah dikucilkan dari kelompok sosial. Mereka pun akhirnya memilih ikut vaksinasi Covid-19, daripada memilih dilarang masuk ke fasilitas publik.

Setelah warga antivaksin tersebut divaksin, jumlah cakupan vaksinasi melonjak hingga 81 persen di Singapura. Restoran dibuka kembali untuk makan di tempat bagi mereka yang telah divaksinasi penuh. Pusat perbelanjaan dan bioskop diizinkan untuk memperluas kapasitas bagi mereka yang divaksinasi.

Ong, salah satu warga antivaksin menyebutkan, ia memilih tak divaksin karena ragu tentang kualitas vaksin dan khawatir akan efek sampingnya. ” Saya khawatir tentang miokarditis yang merupakan salah satu potensi efek samping yang merugikan dari vaksin,” ungkapnya.

Akan tetapi, ketika pemerintah mengumumkan langkah-langkah pembatasan baru untuk orang yang tidak divaksinasi, Ong merasa tertekan. Mau tak mau ia ikut vaksinasi.

“Saya merasa seperti orang buangan sosial, dan akhirnya memutuskan ikut vaksin untuk mendapat kebebasan lagi,” ungkapnya.

Ong memilih vaksin Pfizer dan telah menyelesaikan salah satu dari dua dosis sejauh ini. Usai disuntik dosis pertama, dia merasa lelah dan sakit kepala dan mual selama dua hari.

Singapura sendiri memberlakukan peraturan yang mulai berlaku pada 10 Agustus 2021, melarang orang usia 13 tahun ke atas yang tidak divaksinasi untuk makan di gerai kecuali pusat jajanan. Individu yang tidak divaksinasi juga dilarang masuk ke gym atau mengikuti kelas kebugaran dalam ruangan. Selain itu, didorong untuk membatasi gerakan mereka dalam ukuran kelompok yang terdiri dari dua orang.

Ada beberapa cara untuk mengatasinya, tetapi harganya bisa mahal. Orang yang tidak divaksinasi dapat makan di dalam restoran dengan menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif dari klinik medis yang disetujui dengan biaya SGD 30 hingga SGD 65 untuk tes tersebut. Lim, sepenuhnya divaksinasi dan percaya bahwa mendapatkan suntikan adalah tindakan tanpa pamrih untuk kemanusiaan.

Pada 13 September 2021, 81 persen dari populasi Singapura yang berjumlah 5,9 juta orang telah menerima kedua dosis vaksin Covid-19 Pfizer atau Moderna. Baru-baru ini, Singapura mengizinkan vaksin lain yang diakui dalam daftar penggunaan darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) termasuk Sinovac. (*)

Reporter: Jpg
Editor: Chahaya Simanjuntak