Metropolis

Cegah Masuknya Varian Covid-19 Lambda dan Miyu, Pendatang Wajib Dites

 

batampos.id – Pemerintah kembali membuka pintu masuk bagi warga negara asing (WNA) untuk masuk ke Indonesia. Batam ditunjuk menjadi salah satu pintu masuk untuk jalur laut. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat mengunjungi Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Kamis (16/9/2021).

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, didampingi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meninjau kesiapan Pelabuhan Feri Internasional Batam Center menyambut kedatangan WNA maupun WNI, Kamis (16/9/2021).

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi masuknya Covid-19 varian MU (baca: miyu), pihaknya meminta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memperketat pengawasan di pintu masuk, salah satunya di pelabuhan ini. Beberapa langkah pencegahan yang harus dilakukan adalah memastikan mereka yang datang ini bebas dari Covid-19.

Hal ini juga berlaku bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali dari negara tetangga (Singapura dan Malaysia, red). Mereka yang datang harus menjalani pengecekan melalui tes PCR/antigen saat tiba di ruang kedatangan. Hal ini merupakan deteksi dini terkait kondisi PMI yang tiba di Batam. Sehingga, petugas bisa langsung mengambil tindakan pencegahan penularan Covid-19.

”Mereka yang positif langsung dibawa menjalani perawatan. Petugas langsung memisahkan yang positif dan negatif,” kata dia.

Tidak berhenti di situ, PMI yang negatif tetap menjalani karantina di tempat yang sudah disiapkan. Setelah itu, mereka juga menjalani PCR dan diberikan suntikan vaksin, sebelum dikeluarkan surat kesehatan, sebagai keterangan mereka boleh pulang ke daerah asalnya.

”Ini upaya kami dalam memastikan tidak ada virus yang masuk ke Batam. Terutama varian terbaru, kami ingin PMI yang masuk ini bebas dari paparan virus, sehingga tidak terjadi penularan,” ungkapnya.

Tim Satgas Covid-19 menilai, Batam sudah menjalankan aturan pengawasan Covid-19 dengan baik. Sebelumnya, pemerintah pusat sudah melakukan pengawasan, evaluasi dan rekomendasi sebelum menetapkan Batam menjadi salah satu pintu masuk yang dibuka untuk dilalui WNA, PMI, dan WNI.

Menghadapi temuan varian baru di luar negeri, Indonesia semakin memperketat penjagaannya di pintu-pintu masuk kedatangan luar negeri, salah satunya Kota Batam.

Budi menjabarkan, ada enam pintu masuk lintas batas di Indonesia yang harus diberikan pengawasan, yaitu jalur laut di Batam (Kepulauan Riau) dan Nunukan (Kalimantan Utara); jalur darat di Entikong (Kalimantan Barat) dan Aruk (Kalimantan Tengah); jalur udara di Bandara Soekarno Hatta (Jakarta) dan Sam Ratulangi, Manado (Sulawesi Utara).

Untuk itu, Kementerian Perhubungan RI akan berkoordinasi dengan para duta besar (dubes) RI di Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi untuk menyosialisasikan penggunaan e-HAC dan aplikasi PeduliLindungi dalam perjalanan melewati pintu lintas batas untuk kembali ke Indonesia.

”Beberapa WNI di Arab Saudi tidak memiliki gadget (gawai) yang memadai, maka kami juga berikan opsi format secara manual,” ujar Budi.

Setelah sampai di Pelabuhan Internasional Batam Center, PMI yang baru masuk juga wajib menjalani PCR test di pelabuhan, kemudian diminta untuk menjalani proses karantina di Rusun BP Batam di Tanjunguncang selama beberapa hari. Di hari ketujuh karantina, PMI akan kembali menjalani PCR test kedua.

Budi juga menyoroti percepatan hasil test PCR. Menurutnya, semakin cepat hasil tes keluar, bisa mencegah penyebaran lebih meluas. Ada beberapa arahan yang menurutnya dapat mengatasi kendala percepatan proses PCR test di pelabuhan.

Pertama, menggunakan mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai ganti PCR test. TCM adalah salah satu jenis pemeriksaan Covid-19 yang prosesnya relatif cepat, yakni hanya dibutuhkan waktu sekitar dua jam hingga hasil keluar.

Kedua, apabila penerapan mesin TCM belum dapat dilakukan dalam waktu dekat ini, maka Satgas Khusus Covid-19 Perlintasan Kepri akan memberlakukan penggunaan rapid test Antigen sebagai alat deteksi dini Covid-19.

”Kemudian Pak Gubernur Kepri (Ansar Ahmad) tadi mengusulkan pintu masuk ke Kepri di Tanjungpinang dibuka lagi agar tidak menumpuk di Batam. Kami akan mengusulkan ini ke Presiden dan para Menko (Menteri Koordinator),” jelas Budi.

Secara keseluruhan, Budi menilai prosedur masuknya PMI ke Batam di Pelabuhan Internasional Batam Center sudah cukup baik. Meski begitu, pihaknya akan terus mendorong adanya pengawasan dan evaluasi secara rutin.

 

Reporter : YULITAVIA,
Editor : RATNA IRTATIK