Internasional

Kas Negara Menipis, Afghanistan Kesulitan Bayar Gaji PNS

Ilutsrasi Mata uang Afghanistan. ( F Tim Wimborne/ Reuters)

batampos.id – Pemerintah Afghanistan mengalami kondisi keuangan yang sulit. Mereka berupaya menyelesaikan serangkaian masalah, yakni keterlambatan dan kesulitan membayar gaji pekerja sektor publik atau PNSnya.

Hal ini diungkapkan Kementerian Keuangan Afghanistan, Kamis (16/9/2021) kemarin. Mereka kesulitan, ketika pemerintahan baru Taliban berjuang untuk memulai kembali ekonomi yang macet.

Sejak Amerika Serikat memberlakukan kebijakan penarikan pasukan, hingga akhirnya negeri itu dikuasai Taliban, sejumlah PNS telah mengeluhkan keterlambatan gaji yang dibayar.

Banyak pekerja sektor publik mengatakan mereka belum dibayar selama berminggu-minggu dan dengan bank-bank yang memberlakukan batasan ketat pada penarikan tunai sementara harga kebutuhan pokok meningkat. Mereka menghadapi kesulitan keuangan yang serius kini.

Kementerian Keuangan Afghanistan menyebutkan terjadi masalah teknis sehingga ada keterlambatan atau penundaan pembayaran gaji. Mereka kini tengah berupaya pembayaran itu dilakukan secepat mungkin.

“Para PNS yang terhormat dapat melanjutkan pekerjaan mereka tanpa khawatir tidak dibayar,” demikian pernyataan Kemenkeu Afghanistan melalui laman Facebook miliknya, seperti dilansir dari Reuters,Jumat (17/9/2021).

Namun, informasi itu tidak berisi rincian kapan gaji para PNS di Afghanistan tersebut akan dibayarkan. “Saya sudah tidak mendapatkan gaji selama dua bulan. Keluargaku menghadapi masalah ekonomi sekarang. Saya sebagai sumber mata pencaharian di keluargaku,” ujar Geti, salah satu guru di sekolah negeri di Kabul.

Menipisnya kas negara sejak dikuasai Taliban, membuat sejumlah kantor pemerintahan di Afghanistan ditutup. Warga menyuarakan keprihatinan atas penutupan beberapa kantor di seluruh negeri. Apalagi ditambah Taliban yang kini berkuasa, membuat ekonomi bangsa itu runtuh. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Tunggul Manurung